Daftar Anggota
  • Berita
  • Konvensi Rakyat Partai Perindo Membangun Partisipasi Inklusif
Konvensi Rakyat Partai Perindo Membangun Partisipasi Inklusif
Konvensi Rakyat Partai Perindo mempunyai nilai positif dan membangun partisipasi yang inklusif.

Konvensi Rakyat Partai Perindo Membangun Partisipasi Inklusif

Jumat 31 Desember 2021 13:36 WIB

JAKARTA - Pengamat politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Mudiyati Rahmatunnisa menyebut, Konvensi Rakyat Partai Persatuan Indonesia (Perindo) mempunyai nilai positif dan membangun partisipasi yang inklusif. 

"Konvesi Rakyat Partai Perindo good practice terkait penjaringan calon anggota legislatif. Ini langkah baik, ada value positif dan partisipasi yang inklusif," ujar Mudiyati kepada MNC Portal, Kamis (30/12/2021). 


BACA JUGA: Konvensi Rakyat Partai Perindo Jaring Suara Anak Muda di Pemilu 2024

Seperti diketahui, Partai Perindo resmi membuka pendaftaran Konvensi Rakyat berbasis digital guna menjaring bakal calon anggota legislatif di Concert Hall, Jakarta, Kamis, 25 November 2021.
 
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina dan Pengarah Konvensi Rakyat mengatakan peluncuran Konvensi Rakyat sebagai tanda dibukanya pendaftaran kandidat bakal calon anggota legislatif (bacaleg) 2024 dari Partai Perindo. 

"Dengan Konvensi Rakyat, kita akan menghasilkan anggota dewan-anggota dewan yang mumpuni, yang nantinya berjuang untuk tujuan mencapai Indonesia sejahtera," ujar pria yang biasa disapa HT saat peresmian Konvensi Rakyat Partai Perindo. 

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

HT menuturkan Konvensi Rakyat menunjukkan Partai Perindo bersifat modern dan inklusif, terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. 

"Memberikan kesempatan bagi putra-putri bangsa kita untuk menjadi wakil rakyat yang mumpuni dan terbuka luas untuk semua WNI, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Karena pelaksanaannya berbasis digital, beda dengan konvensional yang terbatas," tutur HT.

SINDOnews.com