Korban Puting Beliung Jumini Kini Sumringah Rumahnya Diperbaiki Perindo
Sabtu 03 Juli 2021 08:49 WIBDELISERDANG - Jumini warga terdampak bencana angin puting beliung di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, kini bisa tersenyum. Tempat tinggalnya yang rusak berat kini bisa ditempati usai diperbaiki Partai Perindo. Jumini berterimakasih kepada Partai Perindo Deliserdang atas kepeduliannya kepada masyarakat korban bencana. Bagaimana tidak, separuh atap seng yang diterbangkan angin puting beliung, kini sudah diperbaiki oleh Rescue Perindo. Dengan menurunkan batuan dan bahan bahan bangunan, kini sudah bisa ditempati seperti semula. “Saya sungguh berterima kasih atas bantuan ini,” kata Jumini, Kamis (1/7/2021). Sebelumnya DPD Partai Perindo Kabupaten Deliserdang memberikan bantuan langsung berupa material bangunan dan sembako kepada warga yang terdampak bencana angin puting beliung di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Pemberian bantuan bagi korban bencana alam ini merupakan agenda rutin yang dilakukan Partai Perindo. Kegiatan itu sebagai wujud kepedulian partai kepada korban yang kerap luput dari perhatian pemerintah. Ketua DPD Partai Perindo, Gunung Siagian yang turun langsung ke lokasi mengatakan, bantuan diberikan untuk meringankan beban bagi warga korban bencana putting belinung. Gunung berharap bantuan yang diberikan kepada warga korban angin puting beliung ini dapat dimanfaatkan dengan sebaiknya. “Sebagai wujud rasa kemanusiaan, bantuan ini dirasa sangat dibutuhkan warga korban angin puting beliung. Partai Perindo, lanjutnya, akan selalu ada untuk warga yang membutuhkan, apalagi yang menjadi korban bencana. “Diharapkan Partai Perindo semakin dicintai masyarakat dan tetap bersama masyarakat memperjuangkan Indonesia sejahtera,” tuturnya. Sebelumnya sebanyak 80 unit rumah yang berada di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang rusak parah diterjang angin puting beliung pada Senin (28/6/2021) sore. Akibatnya, ratusan warga terpaksa mengungsi, karena rumah mereka tidak bisa ditempati lagi. Sindonews


