Legislator Partai Perindo Kupang Apresiasi Langkah Pemda Perbaiki Bendungan Oesao
Senin 06 Februari 2023 13:01 WIBKUPANG -- Legislator Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Mesak N J Mbura mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah setempat yang menjadikan prioritas utama dalam memperbaiki Bendungan Oesao yang jebol akibat diterjang banjir di tahun ini.
Pasalnya, air dari bendungan tersebut mengaliri ratusan hektar sawah dimiliki warga.
'"Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang dan Balai Sungai yang responsif terhadap bendungan yang jebol akibat bencana. Karena jika tidak cepat diperbaiki dapat berdampak terjadinya gagal panen," kata Mbura seperti diberitakan Metronewsntt.com, Minggu (5/2/2023).
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Mbura juga berharap Pemda Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menjadikan pembangunan tanggul atau tembok penahan serta bronjong pada tepian kali Oesao sebagai prioritas utama.
Selain itu, Pemda setempat patut untuk melakukan normalisasi kali Oesao setidaknya kurang lebih 300 meter, sehingga air tidak menggenangi pemukiman warga yang ada di wilayah Kampung Baru Kelurahan Oesao. Mengingat, wilayah tersebut sudah menjadi langganan genangan air tiap tahun.
Perlu juga dibangun drainase jalan di wilayah RT 35 sampai dengan RtT 39 di wilayah Kampung Baru, Kelurahan Oesao, sehingga air yang mengalir dari arah timur dapat dibuang ke Kali Oesao.
"Memang untuk pekerjaan drainase perlu dibangun di sepanjang Jalan Timor Raya dari kilometer (Km) 22 Oebelo sampai kilometer 31 Oelamasi. Hal ini perlu menjadi perhatian dari Balai Jalan agar menjadi prioritas," pinta Mbura.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Menurut Mbura, rata-rata pekerjaan jalan dilakukan selama ini tidak dibangun bersamaan dengan drainase, sehingga musim hujan tiba terjadi banyak genangan air.
Hal lainnya yang harus menjadi perhatian adalah pembangunan hunian sepanjang persawahan Naibonat. Sebab, banyak bangunan permanen dibangun di bahu jalan yang tidak pada tempatnya.
"Sehingga menutupi aliran air dan sistem drainase tidak menjadi perhatian serius. Hal ini juga akan menjadi dampak dan potensi banjir untuk masa datang," tandas Mbura.
Metronewsntt.com


