Legislator Partai Perindo Makassar Sesalkan Pesta Rakyat F8 Jadi Lahan Komersial
Kamis 08 September 2022 15:01 WIBMAKASSAR -- Anggota Komisi B DPRD dari Partai Perindo Syamsuddin Raga menilai pesta rakyat Makassar International Eight Festival and Forum (F8) semestinya menjadi forum bersama dalam menumbuhkan perekonomian.
Pasalnya, pesta rakyat itu diperuntukkan bagi seluruh kalangan, tidak hanya bagi segelintir pihak.
"Ini sudah jadi kegiatan dan ladang komersialisasi. Ini sangat disayangkan," ujarnya, Selasa (6/9/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Menurutnya, F8 menjadi hiburan bagi masyarakat. Sehingga tak semestinya dibebankan biaya yang begitu tinggi. Terutama karena masih dalam tahap pemulihan ekonomi pasca Covid-19 dan diterpa harga BBM yang naik.
"Kebijakan F8 beberapa waktu lalu oleh Pak Wali Kota itu tidak ada yang berbayar. Sekarang untuk masuk harus bayar ini itu. Berarti ini ada kepentingan sesuatu," jelas legislator Partai Perindo Makassar ini.
Berdasarkan informasi, besaran tiket masuk F8 pun dipatok beragam. Yakni Rp10 ribu untuk masuk area F8, dan Rp200 ribu untuk menyaksikan konser musik.
Adapun bagi pelaku UMKM yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan pesta rakyat, mereka dikenakan biaya sewa sebesar Rp5 juta per lima hari.
Dia menambahkan, masalah ini memberatkan masyarakat kecil yang juga ingin mendapatkan kesempatan dalam perputaran ekonomi di Makassar lewat F8.
"Ini kan awalnya program untuk seluruh masyarakat Makassar. Ketika ada iuran yang mengikat, harus bayar ke panitia berarti sudah jadi penghalang bagi masyarakat untuk mengunjungi objek wisata mereka (Anjungan Pantai Losari)," terang Syamsudin.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Sementara itu, Hamzah Hamid anggota Komisi D DPRD Makassar lainnya menyebut, soal komersialisasi yang dilakukan tersebut menurutnya sudah masuk akal.
"F8 tidak dianggarkan oleh Pemkot, tetapi diswastakan. Tentu saja pihak swasta ini berpikir bagaimana caranya dia dapat anggaran," ujar legislator PAN ini.
Hanya saja, tetap perlu ada klasifikasi di kawasan tersebut. Agar bisa memberikan kesempatan bagi masyarakat kurang untuk memperoleh hiburan. Caranya dengan membuat kawasan-kawasan yang bisa diakses secara gratis, tidak dipungut biaya sepeserpun.
"Perlu ada area tertentu harus berbayar, tetapi di tempat lain (gratis)," sarannya.
Ini juga memberikan kesempatan bagi pedagang-pedagang kecil di seluruh penjuru Makassar untuk mengais rezeki. Sebab ada multiplier effect bagi perekonomian Makassar.
"Warga dan pendatang dari luar pasti ingin cari hiburan di Makassar. Nyaman untuk duduk-duduk. Kamar hotel juga akan penuh," tandasnya.
Fajar.id


