Lestarikan Tradisi, Caleg Partai Perindo Blitar Dukung Gelaran Bedah Sumber di Jenggolo Urung-urung
Senin 27 November 2023 14:19 WIBBLITAR – Setelah tiga tahun fakum, Pemerintah Desa (Pemdes) Sukosewu, Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, kini bisa kembali menggelar kirab budaya dalam memperingati tradisi bedah sumber di Jenggolo Urung-urung sebagai wujud syukur atas melimpahnya sumber air selama musim kemarau ini.
Tradisi ini sudah tiga tahun fakum lantaran pembatasan mobilitas akibat pandemi covid-19. Kegiatan tradisi ini juga sempat tertunda akibat izin yang sulit keluar dari pihak terkait. Namun, berkat kerja keras perangkat desa dan dukungan dari Caleg Partai Perindo Dapil 4 Yulius Eko Wahyono, tradisi yang sudah ada sejak puluhan itu bisa terlaksana.
“Sebagai tokoh masyarakat dan sekaligus Caleg tergerak hati saya saat dilapori tradisi ini tidak mendapatkan izin. Padahal ini tradisi yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu,” kata Eko, Caleg DPRD Kabupaten Blitar Dapil 4 dari Partai Perindo, Sabtu (25/11/23).
Yulius Eko Wahyono yang tak lain adalah putra sulung dari politikus kawakan Endar Soeparno ini kembali mengatakan, tradisi bedah sumber ini merupakan perwujudan rasa syukur para petani di Desa Sukosewu atas melimpahnya air dari Jenggolo Urung-urung.
Jenggolo Urung-urung sendiri merupakan sumber mata air yang berada di bawah pohon besar yang berada di desa Sukosewu.
Yulius Eko Wahyono juga mengatakan, sumber mata air ini tidak pernah kering meski kemarau melanda. Air dari Jenggolo Urung-urung ini pun dialirkan untuk mengairi lahan persawahan untuk warga.
“Maka dari itu sebagai bentuk syukur, atas terpenuhi kebutuhan air untuk pertanian selama kemarau ini, warga menggelar tradisi bedah sumber dan genduri.
Makanya itu saya berusaha sekuat mungkin dengan relasi yang saya punya untuk mencarikan izin agar kegiatan ini bisa terlaksana dan apa yang diinginkan warga bisa terwujud,” imbuhnya.
Selain membantu perizinan, Yulius Eko Wahyono juga memberikan sejumlah bantuan kepada warga agar kegiatan ini berjalan lancar.
Sebagai tokoh masyarakat sekaligus Caleg, Yulius Eko berharap apa yang ia lakukan ini bisa bermanfaat bagi warga desanya.
“Ya Alhamdulillah kegiatan ini sekarang bisa terlaksana dan warga bisa kembali menggelar acara, yang sebelumnya tiga tahun lalu tidak digelar,” tutupnya.
Sementara itu, Pihak Desa Sukosewu Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar mengaku senang dengan terlaksananya tradisi bedah sumber ini.
Pihak desa pun mengapresiasi atas upaya yang dilakukan oleh Yulius Eko, selaku tokoh masyarakat dan Caleg Partai Perindo.
“Ini merupakan event tahunan, masyarakat desa kami bahwa setiap tahun adalah ritul bedah sumber di Jenggolo Urung-urung,” kata Budiono, Kasi Pemerintahan Desa Sukosewu.
Kegiatan ini dianggap penting dan sakral oleh masyarakat desa Sukosewu. Pasalnya kegiatan ini sudah dilakukan secara turun-temurun sejak dahulu kala.
Warga percaya jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka bencana akan datang dan menimpa desa Sukosewu. Kini apa yang jadi keyakinan warga sudah terlaksana.
Masyarakat pun berharap air dari Jenggolo Urung-urung bisa terus memberikan penghidupan bagi para petani.
“Alhamdulillah, tahun ini tradisi bedah sumber sebagai wujud nguri-uri budaya dan melestarikan kearifan lokal bisa digelar, setelah hampir selama 3 tahun ada pandemi kami tidak bisa melaksanakan tradisi itu,” tutupnya.
Kupasonline


