Marak Pembalakan Hutan Disinyalir Jadi Pemicu Banjir Ngamuk di Katingan Kalteng
Jumat 10 September 2021 17:13 WIBJAKARTA - Bencana banjir di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah menyebabkan aktivitas warga setempat lumpuh, kondisi banjir terparah berada di Kabupaten Katingan.
Ketua DPW Partai Perindo Kalteng Sengkon mengatakan bencana banjir setinggi 2 hingga 3 meter di Katingan maupun sejumlah wilayah di Kalteng diduga akibat maraknya aktivitas penebangan hutan secara liar untuk industri dan pertambangan.
"Banjir ini disebabkan adanya ilegal logging dan banyaknya pembukaan lahan untuk perkebunan sawit termasuk pertambangan yang melakukan pembalakan hutan di Kalimantan," kata Sengkon, Jumat (10/9/3021).
Anggota DPRD Komisi II Kalteng ini mengaku semua ini tentu tidak terlepas dari kebijakan pemerintah seperti pemberian izin kepada pengusaha bergerak di bidang tersebut.
"Pemerintah perlu melakukan evaluasi dalam pemberian izin kepada perusahaan perkebunan dan pertambangan sehingga tidak mengakibatkan banjir," ungkapnya.
BACA JUGA: Salurkan Bantuan, Legislator Partai Perindo Kalteng: Aktivitas Warga Katingan Lumpuh Akibat Banjir
Karena menurutnya seusai melakukan pemantauan di lokasi ketika memberikan bantuan, Kamis (9/9//2021) kemarin, terlihat bahwa banjir di Katingan kali ini relatif lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga membuat aktivitas warga lumpuh dan terpaksa mengungsi.
"Banjir di Katingan tahun ini adalah banjir terparah, tidak pernah sebelumnya banjir di Katingan seperti ini," tegasnya.
Melihat mirisnya kondisi masyarakat di tengah kepungan banjir, Sengkon meminta para pengusaha perkebunan dan pertambangan tergerak hatinya untuk ikut bersama seluruh pihak membantu korban banjir dan memulihkan alam hutan di Kalteng.
"Pengusaha-pengusaha pertambangan dan perkebunan sawit harus turun tangan memberikan bantuan untuk korban banjir. Jangan hanya mengambil potensi alam tanpa memikirkan dampaknya," tegas Sengkon.


