Daftar Anggota
  • Berita
  • Marak Pencurian Kotak Amal Menggunakan QRIS, Partai Perindo Serukan Pengamanan Masjid Ditingkatkan
Marak Pencurian Kotak Amal Menggunakan QRIS, Partai Perindo Serukan Pengamanan Masjid Ditingkatkan
araknya aksi penipuan dan pencurian kotak amal di rumah ibadah dengan modus penyalahgunaan barcode QRIS

Marak Pencurian Kotak Amal Menggunakan QRIS, Partai Perindo Serukan Pengamanan Masjid Ditingkatkan

Jumat 14 April 2023 13:15 WIB

JAKARTA – Maraknya aksi penipuan dan pencurian kotak amal di rumah ibadah dengan modus penyalahgunaan barcode QRIS akhir-akhir ini menjadi perhatian Partai Perindo. Karena itu, Partai Perindo meminta pihak terkait mengambil tindakan.

Partai Perindo menyerukan kepada para pemangku kepentingan dana amal, terutama para pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid/musala) untuk meningkatkan sistem pengamanan masjid dan ekosistemnya. 

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Selain itu, mereka juga diimbau untuk lebih waspada dan berhati-hati dengan menutup segala peluang terulangnya aksi negatif tersebut di kemudian hari.

"Seluruh kotak amal di masjid dan mushalla harus diperiksa secara rutin. Ini untuk memastikan agar dana amal itu aman dan terjaga dari aksi penipuan dan pencurian," kata Ketua DPP Perindo Bidang Keagamaan Abdul Khaliq Ahmad.

Khaliq menambahkan bahwa Bank Indonesia, sebagai lembaga yang memiliki otoritas dalam perizinan, harus lebih selektif lagi dalam memverifikasi persyaratan memperoleh QRIS. 

Hal itu dinilai penting guna meminimalisir penipuan dan penyalahgunaan barcode QRIS di rumah ibadah.

"Kepada pihak yang berwajib agar terus melakukan pengusutan secara tuntas dan tegas. Agar kasus penipuan dan pencurian ini tidak terulang kembali di rumah ibadah," jelasnya.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

"Kepada masyarakat yang akan memberikan donasi, untuk ikut memastikan kondisi kotak amal tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Dana amal bisa juga diberikan melalui transfer ke rekening masjid atau Musala, guna menjamin keamanan donasinya," lanjut Abdul Khaliq.

Sementara itu, Abdul Khalik juga menjelaskan, setidaknya ada tiga langkah untuk memaksimalkan upaya pengumpulan dan pembagian zakat fitrah dan Zakat Mal. 
Tiga langkah itu yakni mengintensifkan edukasi dan sosialisasi zakat, meningkatkan koordinasi dan sinergi lembaga zakat, serta peningkatan literasi zakat kepada masyarakat.

"Melalui langkah tersebut, diharapkan potensi zakat pertahun sebesar Rp400 triliun. Tetapi yang baru mampu dikumpulkan sekitar Rp21 triliun bisa diefektifkan. Jadi masih amat sangat besar potensi yang belum tergali," jelas dia.

Pengelolaan Zakat yang efektif, kata Abdul Khalik, akan dapat berkontribusi pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Okezone