Masyarakat Nekat Mudik Akibat Lemahnya Pemahaman Edukasi Covid-19
Senin 17 Mei 2021 13:07 WIBJAKARTA - Ribuan pemudik nekat menerobos titik-titik penyekatan dilakukan aparat kepolisian dan Tim Satgas Covid-19 meski pemerintah telah melarang mudik Lebaran. Kondisi ini menunjukkan masih lemahnya pemahaman masyarakat akan bahaya Covid-19. Ketua DPP Rescue Perindo Denny Adin mengatakan mudik Lebaran adalah tradisi dan budaya masyarakat untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan dengan keluarga. Namun di balik itu, ada bayang-bayang dengan meningkatnya penyebaran virus Covid-19 ketika mudik dilakukan saat berkumpul bersama keluarga dan kerabat. "Di sinilah sebenarnya karena lemahnya pemahaman edukasi penyebaran Covid-19," ujar Adin dikonfirmasi, Senin (16/5/2021). Alasannya, lanjut Adin, saat ini penyebaran Covid-19 secara data memang menurun dari sebelumnya, tapi tetap masih tetap tinggi sebagai penyebab kematian. Ia berpesan agar masyarakat yang sudah terlanjur mudik untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. "Dan ini tidak hanya tugas Satgas Covid, tapi masyarakat juga harus punya rasa kepedulian dan pentingnya menjaga prokes yang sudah diterapkan," katanya. Terkait dengan membludaknya masyarakat saat libur Lebaran dengan mendatangi pantai Ancol dan Pangandaran tentu sangat disayangkan. Pasalnya kondisi tersebut akan meningkatkan jumlah penyebaran Covid-19 saat libur Lebaran berlangsung. "Terhadap peristiwa di Pangandaran dan Ancol, ini juga hal yang sangat mengkhawatirkan dalam 2 minggu ke depan sebagai gelombang penyebaran Covid-19, untuk itu kepada masyarakat tetap jaga kesehatan dan tingkatkan imun untuk menghadang virus Covid-19," tutup Adin. Sebelumnya, para pemudik yang terlanjur melakukan perjalanan menolak balik arah oleh petugas di sejumlah titik penyekatan. Bahkan rombongan pemudik mengunakan motor semakin membludak dan terus memaksa pulang kampung dengan membuat kemacetan parah. Akhirnya mereka dilepaskan oleh petugas penjaga penyekatan. Adapun meningkatkan populasi manusia juga terjadi di wisata pantai seperti di Ancol dan Pangandaran pada H+2 Lebaran. Kondisi ini memaksa pemerintah menutup sementara tempat wisata tersebut.


