Menuju 5 Negara Ekonomi Besar Dunia, Partai Perindo Fokus Kembangkan SDM
Jumat 18 Maret 2022 11:50 WIBJAKARTA - Partai Perindo fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) menyongsong Indonesia emas pada tahun 2045. Hal ini juga seiring optimisme Partai Perindo di mana Indonesia akan menjadi, 5 negara besar ekonomi dunia.
"Kami yakin 2045 Indonesia emas akan terwujud. Apalagi itu disampaikan lembaga internasional bahwa Indonesia akan menjadi 5 negara dengan ekonomi terbesar di dunia," kata Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Yerry Tawalujan pada acara Podcast Aksi Nyata #DariKamiUntukIndonesia di Kanal Youtube Partai Perindo, Kamis (17/3/20220.
Untuk menyongsong itu, kata dia, Partai Perindo fokus pada pengembangan SDM, salah satunya melakukan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sehingga pada masanya kelak, pelaku usaha kecil tak hanya menjadi penonton, tapi menjadi pelaku ekonomi.
BACA JUGA: Partai Perindo Tidak Hanya Berikan Gerobak, Pedagang Mi Ayam dan Gado-Gado Ini Juga Diberikan Modal!
"Kami turun tangan, ikut bantu tingkatkan kemampuan SDM untuk menuju ke arah sana. Kami optimistis SDM unggul bisa didapat untuk Indonesia emas 2045. Masa depan kita luar biasa, ada tantangan besar, tapi itu membuat kita makin kreatif dan maju," katanya.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Ketika ditanya host akan kondisi ekonomi saat ini, termasuk adanya kelangkaan minyak goreng, Yerry mengaku, hal ini hanyalah kerikil menuju ekonomi yang mapan. Ke depan, ekonomi Indonesia akan terus naik.
"Soal minyak goreng ini, kita harus perbanyak kerja sama, semua elemen masyarakat dan pemerintah bersama sama mengendalikan harga. Pemerintah jangan terjebak ego sektoral tapi kolaborasi. Apalagi kita penghasil CPO terbesar di dunia. Masyarakat juga jangan terlalu konsumtif, sama sama kencangkan ikat pinggang," jelas dia.
BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo
Menurut dia, koordinasi lembaga pemerintah bisa ditingkatkan, misalnya satgas sembako harus turun ke lapangan kerja sama dengan Kemendag dan pastikan hulu-hilir berjalan baik sehingga jalur distribusi pun demikian. Satgas bisa minta bantuan TNI Polri ikut turun, supaya tidak terjadi penimbunan.
"Pandemi kan sekarang makin landai, mungkin anggarannya bisa dipakai untuk subsidi pangan seperti kedelai atau minyak," imbuh dia.
Okezone


