Mesak Mbura Respons Keluhan Warga Kupang, Infrastruktur dan BPJS Jadi Prioritas
Rabu 08 April 2026 14:54 WIBKUPANG - Jalan Koledoki di Kecamatan Kupang Timur, Kupang, Nusa Tenggara Timur menjadi sorotan. Baru dua tahun diperbaiki, akses penghubung antar desa sekaligus jalur menuju area persawahan itu kini sudah rusak parah.
Kondisi ini bukan sekadar mengganggu mobilitas. Bagi warga, jalan tersebut adalah urat nadi aktivitas harian, dari mengangkut hasil panen hingga akses menuju layanan dasar.
“Baru dikerjakan, tapi sekarang sudah rusak lagi. Kami harap ada perhatian serius,” ujar Natalia S. Pandie, warga setempat.
Hal itu terungkap saat warga bertemu anggota DPRD Kabupaten Kupang Mesak Mbura dalam agenda reses akhir pekan lalu. Hingga kini, warga mengaku belum melihat tanda-tanda perbaikan.
Persoalan lain yang tak kalah memprihatinkan adalah akses layanan kesehatan. Sejumlah warga menilai penggunaan BPJS masih berbelit, terutama saat proses administrasi di fasilitas kesehatan. “Kalau mau pakai BPJS itu susah sekali,” ungkap Robinson K. Sinlae.
Situasi ini membuat sebagian warga berada dalam posisi sulit. Di satu sisi membutuhkan layanan kesehatan, di sisi lain terbentur prosedur.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Mesak Mbura menyebut seluruh aspirasi warga telah dicatat dan akan dibawa dalam pembahasan di DPRD. Namun dia juga mengingatkan bahwa kondisi anggaran daerah saat ini sedang dalam tekanan.
“Usulan tetap kami perjuangkan, tapi untuk perbaikan jalan belum bisa dipastikan waktunya karena ada efisiensi anggaran dari pusat,” tuturnya.
Terkait layanan kesehatan, Mesak menyebut pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki sistem, termasuk mempermudah proses administrasi di RSUD Naibonat agar warga tidak lagi mengalami kendala saat berobat.
Selain infrastruktur dan kesehatan, warga juga menyoroti minimnya bantuan alat pertanian serta keterbatasan sumber air seperti sumur bor. Kondisi ini dinilai memengaruhi produktivitas, terutama di tengah ketidakpastian hasil panen.
Mesak menilai sektor pertanian di wilayah tersebut perlu mendapat perhatian lebih, tidak hanya dari sisi bantuan, tetapi juga keberlanjutan hasil. Menurutnya, penguatan ekonomi kerakyatan terutama dari hasil tani menjadi penting agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan.
Di akhir pertemuan, warga juga diingatkan untuk tidak langsung menjual seluruh hasil panen. Menyimpan sebagian dianggap penting sebagai langkah antisipasi jika situasi ekonomi memburuk, sekaligus menjaga ketahanan di tingkat rumah tangga.


