Mohamad Irfain Dorong Potensi Wisata Khatulistiwa Jadi Penggerak Ekonomi Warga
Senin 10 Agustus 2026 16:42 WIBPARIGI MOUTONG - Tugu Khatulistiwa di Desa Khatulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah tak cukup hanya menjadi penanda wilayah. Potensi wisata di kawasan tersebut bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi warga jika rest area dan fasilitas pendukungnya dikembangkan secara serius.
Anggota DPRD Parigi Moutong dari Partai Perindo Mohamad Irfain akan mendorong sekaligus mengupayakan agar potensi yang dimiliki Desa Khatulistiwa benar-benar menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat. Pengembangan wisata, UMKM, infrastruktur hingga sektor produktif akan dikawalnya melalui mekanisme DPRD.
“Kita ingin potensi yang ada di Desa Khatulistiwa tidak hanya menjadi potensi, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu harus kita lihat secara menyeluruh, baik dari sisi ekonomi, infrastruktur, pemerintahan desa maupun pengembangan wilayah,” kata Irfain, Senin (10/8/2026).
Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah rest area di sekitar Tugu Khatulistiwa yang dinilai perlu dibenahi dan dikembangkan sebagai destinasi wisata sekaligus ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Penataan kawasan diharapkan dapat mendatangkan kunjungan sekaligus membuka peluang usaha bagi warga sekitar.
“Komitmen saya kepada warga Khatulistiwa, saya akan kawal dan perjuangkan melalui mekanisme agar dapat dituangkan dalam perencanaan pembangunan daerah,” tegas Ketua Komisi I DPRD Parigi Moutong ini.
Tak hanya pengembangan potensi wisata, masyarakat Desa Khatulistiwa juga menyampaikan berbagai harapan saat Irfain menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026, pekan lalu.
Dari sektor produktif, aspirasi yang disampaikan antara lain bantuan perahu fiber bagi nelayan, pembangunan jalan usaha tani, penanganan abrasi, perbaikan lantai dermaga, serta dukungan bagi sektor pertanian, perkebunan dan usaha masyarakat.
Kebutuhan pemerintahan dan pelayanan publik juga masuk dalam penjaringan aspirasi. Warga mendorong pemekaran Desa Khatulistiwa menjadi dua desa dan percepatan pemekaran Kecamatan Khatulistiwa.
Mereka juga mengusulkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi aparat desa, percepatan pembentukan Nomor Induk Aparat Desa (NIPD), penyelesaian tapal batas antardesa, peningkatan pelayanan kepolisian hingga penyediaan fasilitas pemadam kebakaran.
Irfain memastikan seluruh usulan tersebut telah dicatat sebagai bahan laporan hasil reses dan akan diperjuangkan melalui mekanisme DPRD, termasuk dalam penyusunan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Namun, realisasinya tetap mempertimbangkan kewenangan, skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.
Menurutnya, pengembangan Desa Khatulistiwa harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi, infrastruktur dan pelayanan publik. Dengan dukungan tersebut, potensi wisata dan sektor produktif yang ada di desa dapat berkembang lebih optimal.
“Pembangunan Desa Khatulistiwa perlu dilakukan secara terpadu dengan memperkuat pemerintahan desa, meningkatkan pelayanan publik, serta mengembangkan potensi ekonomi, wisata, UMKM dan sektor produktif masyarakat,” tuturnya.


