Daftar Anggota
  • Berita
  • Momentum HUT ke-80 RI, Partai Perindo Kota Bogor: Perkuat Struktur, Bersama-sama Membangun Masyarakat
Momentum HUT ke-80 RI, Partai Perindo Kota Bogor: Perkuat Struktur, Bersama-sama Membangun Masyarakat
Momentum HUT ke-80 RI, Partai Perindo Kota Bogor: Perkuat Struktur, Bersama-sama Membangun Masyarakat

Momentum HUT ke-80 RI, Partai Perindo Kota Bogor: Perkuat Struktur, Bersama-sama Membangun Masyarakat

Senin 18 Agustus 2025 19:27 WIB

BOGOR - Partai Perindo Kota Bogor memaknai peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia (RI) sebagai tonggak penting bagi konsolidasi organisasi, bukan sekadar seremoni tahunan.

Momentum kemerdekaan ini menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat struktur hingga ke akar rumput, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat.

"HUT Kemerdekaan RI kita maknai sebagai tonggak sejarah Partai Perindo Kota Bogor dengan kepengurusan baru untuk bersama-sama membangun, bermanfaat untuk masyarakat. Kita terus memperkuat struktur organisasi sampai ke akar rumput, sehingga 2029 kita akan punya anggota dewan di Kota Bogor," ujar Ketua DPD Partai Perindo Kota Bogor Irfan Niti Sasmita.

Hal itu disampaikannya usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-80 RI di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (17/8/2025). Upacara itu diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari TNI-Polri, ASN, pelajar hingga organisasi masyarakat itu.

Mengangkat tema Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, upacara itu menjadi ruang kebersamaan sekaligus momentum refleksi semua pihak, termasuk Partai Perindo Kota Bogor dalam memperkuat peran politiknya bagi kesejahteraan rakyat.

"Hari ini, kita menghadiri undangan dari Pak Wali Kota. Ini yang pertama setelah SK definitif kita sebagai pengurus yang sah di Kota Bogor," tutur alumnus Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran itu.

Upacara HUT ke-80 RI yang digelar Pemerintah Kota Bogor tersebut dipimpin langsung Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. 

Dia menekankan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan pembangunan yang menyentuh seluruh aspek. Bukan hanya infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia.

“Semua kewenangan yang kita miliki harus diarahkan untuk mewujudkan bangsa yang adil, makmur dan sejahtera. Pembangunan bukan hanya infrastruktur, tetapi juga manusia, agar Indonesia bisa bersaing secara global. Dan menjadi bangsa yang dihargai bangsa-bangsa lain," tuturnya.