Daftar Anggota
  • Berita
  • MUI: Pemimpin Harus Mampu Menghapus Segala Bentuk Diskriminasi
MUI: Pemimpin Harus Mampu Menghapus Segala Bentuk Diskriminasi
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis

MUI: Pemimpin Harus Mampu Menghapus Segala Bentuk Diskriminasi

Jumat 29 Oktober 2021 17:20 WIB

JAKARTA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis menegaskan seorang pemimpin harus mampu menghapuskan segala bentuk diskriminasi terhadap masyarakat miskin dan perempuan sebagaimana keteladan Nabi Muhammad SAW dalam memimpin umatnya.

"Tindakan Nabi Muhammad menghapuskan diskriminasi terhadap masyarakat miskin sebagaimana Rasulullah SAW memberi tempat khusus kepada para ahlul suffah," kata Cholil dalam Webinar bertajuk "Kepemimpinan Nabi Muhammad dalam Membangun Masyarakat Sejahtera" digelar Partai Perindo, Jumat (29/10/2021).

Dosen Pascasarjana UI itu menjelaskan ahlul suffah adalah sekumpulan sahabat Nabi Muhammad SAW yang miskin dan tinggal di serambi Masjid Nabawi.

"Mereka justru menjadi para sahabat kesayangan dan paling akrab dengan Nabi Muhammad SAW," ujarnya.

Mereka pun, menurut Cholil banyak meriwayatkan hadits Nabi Muhammad SAW, salah satu di antaranya yang hadits paling terkenal adalah Abu Hurairah.

Cholis menjelaskan dalam kultur masyarakat Arab yang sangat kental akan status sosial, hampir mustahil menemukan pemimpin suku yang mau berdekatan dengan masyarakat miskin.

"Tindakan Nabi Muhammad SAW itulah yang kemudian mendobrak sekat-sekat sosial saat itu. Semua masyarakat bernilai sama dan memiliki hak sama," ujar dia.

Cholil menyebutkan Nabi Muhammad SAW bukan sekadar utusan Allah SWT yang hanya menyebarkan ajaran Islam kepada umat manusia. Pasalnya, konsep pembangunan masyarakat dan negara di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW serta keteladanan Rasulullah SAW mampu memperkuat persatuan, kesatuan dalam meningkatkan kesejahteraan.

"Rasulullah SAW adalah figur yang memodernisasi masyarakat Arab pada zamannya," kata Cholil.

Hapus Diskriminasi terhadap Perempuan

Selain mengangkat derajat dan hak masyarakat miskin, Cholil menjelaskan Rasulullah SAW juga menghilangkan segala bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan.

Salah satu contoh penghapusan diskriminasi terhadap perempuan ketika Nabi Muhammad SAW melarang pembunuhan terhadap anak perempuan yang saat
itu masih menjadi budaya di Arab.

"Bahwa anak perempuan setara dengan anak laki-laki. Bukan menjadi aib dan beban keluarga sebagaimana keyakinan masyarakat Quraisy dan suku-suku lain di Mekah saat itu," kata dia.

Ditegaskan Cholil sudah sepantasnya Nabi Muhammad SAW dijadikan teladan bagi setiap pemimpin seperti halnya ditulis Michael H Hart dalam bukunya '100 Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah' menempatkan Nabi Muhammad SAW pada urutan pertama tokoh paling tersohor. 

"Nabi Muhammad SAW menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan dan masyarakat miskin," kata Cholil.