Daftar Anggota
  • Berita
  • Omicron Merebak, Politikus Partai Perindo Imbau Pemkot Ambon Tunda Pelaksanaan PTM
Omicron Merebak, Politikus Partai Perindo Imbau Pemkot Ambon Tunda Pelaksanaan PTM
Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Yantje Wenno

Omicron Merebak, Politikus Partai Perindo Imbau Pemkot Ambon Tunda Pelaksanaan PTM

Selasa 11 Januari 2022 11:57 WIB

AMBON -- Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Yantje Wenno mengimbau Pemerintah Kota Ambon untuk mempertimbangkan kembali rencana pelaksanaan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal ini seiring munculnya varian baru Covid-19 Omicron yang dapat bermutasi kepada anak-anak sekolah.

"Contohnya saat ini varian Omicron yang begitu cepat menyebar dan menyerang warga sehingga pemberlakukan protokol kesehatan (Prokes) di berbagai tempat, termasuk sekolah harus dilaksanakan terus," kata Yantje, Selasa (10/1/2022).

BACA JUGA: Pendidikan Politik Partai Perindo Musi Banyuasin Guna Mencetak Kader Tangguh

Dikatakan Yantje mengantisipasi munculnya varian baru Omicron yang sekarang sedang menyebar, maka Pemkot Ambon harus tetap memikirkan rencana penerapan sekolah tatap muka karena ternyata perkembangan virus mematikan tersebut belakangan ini sangat luar biasa.

"Jangan dipaksakan dahulu dan sebaiknya dipertimbangkan serta melihat situasinya, sebab ternyata varian baru dari Covid-19 ini banyak dan salah satunya adalah Omicron," tandas Yantje.

Dia juga menyatakan kurang setuju apabila pemerintah daerah akan melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 kepada anak-anak usia 6 sampai 11 tahun. Dia meminta kepastian keamanan vaksin.

"Soal vaksin ini tetap menjadi polemik dan pemerintah harus memberikan sebuah jaminan untuk pemberian vaksin bagi anak-anak sejak usia 6 tahun itu aman," tandasnya.

BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo

Untuk itu pemerintah daerah harus melakukan sosialisasi lebih gencar, apalagi berkembang informasi beberapa hari lalu ada kejadian anak meninggal dunia setelah menjalani vaksinasi.

Meskipun Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Covid-19, Prof Hindra Irawan Satari menyebut hingga saat ini tidak ada kasus anak meninggal dunia yang disebabkan vaksinasi virus Corona, namun rumor ini juga membuat warga merasa resah.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

"Prinsipnya vaksin ini kita dukung karena merupakan salah satu upaya mencegah penyebaran virus Corona. Tetapi kiranya pemerintah daerah juga perlu berhati-hati dan bisa memberikan kepastian bahwa vaksin ini aman terhadap anak-anak," ujar Yantje.