Daftar Anggota
  • Berita
  • Pakar IT Apresiasi Langkah Partai Perindo Usung Konvensi Rakyat Berbasis Teknologi Digital
Pakar IT Apresiasi Langkah Partai Perindo Usung Konvensi Rakyat Berbasis Teknologi Digital
Gagasan Konvensi Rakyat disampaikan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo pada HUT ke-7 Partai Perindo pada 8 Oktober lalu

Pakar IT Apresiasi Langkah Partai Perindo Usung Konvensi Rakyat Berbasis Teknologi Digital

Kamis 21 Oktober 2021 11:47 WIB

SLEMAN -- Pakar Teknologi Informasi (TI) dan Media Sosial (Medsos) Universitas Islam Indonesia (UII) Ismail Fahmi mengapresiasi langkah Partai Perindo yang akan menggunakan sistem e-demokrasi dan e-voting sebagai dasar konvensi rakyat. Partai Perindo akan menjadi partai pertama memanfaatkan digitalisasi informasi. 

“Jika ini benar-benar dilakukan, bukan hanya gimik untuk pencitraan dan vote, namun menerapkan ini sebagai satu proses parpol untuk merekrut, mendidik dan proses selama duduk di legislatif serta serius diterapkan, maka sangat apresiasi,” katanya, Rabu (20/10/2021).

Wacana Konvensi rakyat ini sebelumnya sudah disampaikan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo pada HUT ke-7 Partai Perindo pada 8 Oktober lalu. 

BACA JUGA: Partai Perindo Gagas Konvensi Rakyat, Pengamat: Langkah Cerdas Songsong Pemilu 2024

Fahmi mengatakan dalam era digitalisasi saat ini informasi dan data nilainya sangat penting. Belum ada parpol yang menerapkan cara itu dari penjaringan calon legislatif (caleg) hingga konsolidasi internal. Semuanya menggunakan cara jadul dan ada potensi politik uang dan tidak transparan. 

Semestinya parpol memanfaatkan teknologi ini dalam konsolidasi dan tranparansi. Cara ini akan memudahkan konstituen mencari informasi partai.

“Masalahnya apakah publik sudah siap. Tantangan ini harus dihadapi dengan terus belajar,” katanya.

BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo

Fahmi berharap, Partai Perindo bisa membuktikan wacana yang disampaikan demi kepentingan publik. Jika sistem informasi dan metodologi dilakukan dengan benar dan jujur, akan mendapat apresiasi dari masyarakat. Kepercayaan terhadap parpol juga akan semakin meningkat. 

“Data harus tetap dikontrol agar tidak ada manipulasi data dengan menggandeng pihak ketiga,” katanya.  

iNews