Daftar Anggota
  • Berita
  • Pantai Perindo Ingatkan Wali Kota Tunaikan Janji Politik kepada Korban Bencana Palu
Pantai Perindo Ingatkan Wali Kota Tunaikan Janji Politik kepada Korban Bencana Palu
Kondisi penyintas di salah satu Huntara Kota Palu. Foto /Rizal/iNSulteng.com

Pantai Perindo Ingatkan Wali Kota Tunaikan Janji Politik kepada Korban Bencana Palu

Kamis 06 Januari 2022 16:43 WIB

PALU -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) mengingatkan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid untuk fokus pada penyelesaian penanganan bencana gempa bumi dan tsunami Palu yang terjadi 28 September 2018 lalu. 

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Ketua DPD Partai Perindo Kota Palu Andri Gultom mengatakan saat ini para penyintas khususnya di Petobo, Talise dan Balaroa menantikan janji kampanye Hadianto Rasyid - Reny Lamajido pada Pilwalkot tahun 2020 lalu yang akan menuntaskan persoalan bencana dalam jangka 6 bulan.

Janji politik itu yang kemudian mengantarkan keduanya terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu periode 2020-2024.

"Keberpihakan Wali Kota Palu dalam hal kebijakan anggaran dalam penanganan bencana belum terlihat. Sehingga Partai Perindo mengingatkan pentingnya janji kampanye itu agar segera ditunaikan," kata Andri Gultom kepada media, Rabu (5/1/2022).

BACA JUGA: Pemilu 2024, Partai Perindo Kota Palu Gandeng Kaum Milenial Menjadi Caleg

Menurutnya masih banyaknya para penyintas yang berada di selter pengungsian atau hunian sementara membuktikan bahwa keberpihakan Pemerintah Kota Palu dalam menyelesaikan persoalan bencana masih minim.

Padahal, penanganan bencana harusnya menjadi prioritas untuk diselesaikan, apalagi waktu penanganannya sudah cukup lama yakni 3 tahun.

Ia mengaku miris ketika Pemerintah Kota Palu lebih memfokuskan diri kepada piala Adipura dengan mengadakan 46 mobil sampah dari 122 mobil yang telah dipesan. 

Dikatakannya hal itu hanya menghambat percepatan pembangunan hunian tetap dan pemulihan ekonomi bagi para korban bencana. Karena pengalihan anggaran yang difokuskan pemulihan bencana berkurang. 

"Anggaran yang seharusnya untuk pembangunan rumah dan pemulihan ekonomi penyintas itu dialihkan ke pengadaan mobil sampah. Apa urgensinya Adipura ketimbang saudara kita yang masih berada di Huntara yang tidak layak lagi?," tambahnya.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Jika keberpihakan pada penanganan bencana ini minim, ia meyakini bahwa persoalan bencana tidak dapat terselesaikan pada akhir masa jabatan Hadianto - Reny.

"Dalam artian nasib para penyintas belum dapat terselesaikan lagi di periode wali kota baru. Padahal, warga kita sangat mengharapkan keberpihakan pemerintah daerah dalam persoalan mereka, " tutupnya.

Insulteng