Daftar Anggota
  • Berita
  • Partai Perindo Apresiasi Presiden Jokowi Atasi Covid-19 & Dorong Pacu Bantu Masyarakat Kecil
Partai Perindo Apresiasi Presiden Jokowi Atasi Covid-19 & Dorong Pacu Bantu Masyarakat Kecil
Jubir Partai Perindo Bidang Sosial Yerry Tawalujan

Partai Perindo Apresiasi Presiden Jokowi Atasi Covid-19 & Dorong Pacu Bantu Masyarakat Kecil

Jumat 31 Desember 2021 14:08 WIB

JAKARTA - Di pengujung 2021 ini, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) mengapresiasi kinerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengatasi Pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Partai Perindo Bidang Sosial Yerry Tawalujan, Jumat (31/12/2021). 

BACA JUGA: Partai Perindo Gelar Webinar Prospek Ekonomi 2022 di Tengah Pandemi, Daftar di Sini! 

Ke depan, Yerry menilai varian baru Omicron akan menjadi ancaman serius pada 2022. Untuk itu, Partai Perindo mendorong pemerintah meningkatkan pelayanan di bidang sosial kepada masyarakat kecil yang termarjinalkan dan terdampak pandemi secara ekonomi. 

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com atau hubungi (021) 5068200 dan (WA) 081901002376

Yerry mengatakan kinerja Pemerintahan Jokowi dalam mengatasi pandemi Covid-19 pada 2021 memuaskan. Berdasarkan data Kemenkominfo sejak 8 November 2021, tercatat kasus aktif di RI sebesar 12,12%, lebih rendah dari rata-rata dunia 27,16%. Jumlah kumulatif kasus sembuh 84,6%, lebih tinggi dari rata-rata dunia 70,35%. 

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo 

Jumlah penduduk per 27 Desember 2021 yang telah menerima vaksin Covid pertama tercatat sejumlah 157.246.796 orang atau 75,50%, dan yang telah menerima suntikan vaksin kedua 111.168.620 orang atau 53,38%. 

"Hal ini membanggakan dan wajib diapresiasi, tetapi ancaman nyata varian baru Omicron membuat pemerintah perlu meningkatkan kinerja di bidang sosial, memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat kecil yang termarjinalkan dan terdampak pandemi secara ekonomi."