Daftar Anggota
  • Berita
  • Partai Perindo di Kabupaten Sumbawa Butuh Tokoh dan Penyegaran
Partai Perindo di Kabupaten Sumbawa Butuh Tokoh dan Penyegaran
Caleg DPR RI Partai Perindo nomor urut 1 di Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, Boris Syaifullah

Partai Perindo di Kabupaten Sumbawa Butuh Tokoh dan Penyegaran

Rabu 21 Februari 2024 12:16 WIB

SUMBAWA –Pemilihan umum legislatif 2024 usai digelar, masyarakat Indonesia telah menentukan hak suaranya pada Rabu, 14 Februari 2024. 

Dari hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei sebanyak 10 partai politik (parpol) masih menunggu hasil akhir untuk melaju ke DPR RI.

Salah satu kontestan Caleg DPR RI yang bertarung melalui Partai Perindo nomor urut 1 di Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, Boris Syaifullah mengatakan, secara nasional, Partai Perindo masih menunggu hasil akhir untuk memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Hal ini mengacu pada UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum Pasal 414 ayat 1 disebutkan bahwa ambang batas parlemen (parliamentary threshold ) paling rendah 4% dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan kursi anggota DPR.

“Partai politik peserta pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara paling sedikit 4% dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPR," tegas Boris yang dihubungi, Senin (19/2/2024).

Boris Syaifullah memaparkan, menjelang Pemilu 2024 masyarakat kerap dihadapkan dengan fenomena yang sering ditemukan di lapangan.

Di mana para calon legislatif melakukan kampanye guna menarik perhatian dan simpati masyarakat yaitu adanya politik uang atau money politics.

“Politik uang maksudnya untuk memperoleh hasil suara terbanyak sehingga bisa terpilih atau dapat memenangkan pemilihan," ungkap Boris yang juga akrab disapa BorSya ini.

Dengan fenomena ini, sambung Boris, terlihat jelas bahwa rendahnya masyarakat dalam berpikir secara rasional.

Hal tersebut, dikarenakan masyarakat mudah dipengaruhi oleh keberadaan nilai materi yang akan merugikan hak pilihnya sebagai warga negara.

Menurut BorSya, adanya politik uang dalam sistem pemilihan terkadang membuat masyarakat merasa diuntungkan dalam mencukupi kebutuhannya. 

Akan tetapi, politik uang membuat kemajuan suatu daerah maupun bangsa dapat ditentukan akan kualitas dan kuantitas seorang pemimpin yang dipilih. 

Dengan demikian, politik uang akan mencederai sistem demokrasi bangsa Indonesia, di mana telah membatasi hak warga negara dalam memilih calon pemimpin yang diinginkan.

“Sebab, kemajuan demokrasi di suatu negara dapat diukur melalui kesuksesan dalam Pemilu," tegasnya.

BorSya berharap, agar kedepannya agar Partai Perindo di Kabupaten Sumbawa memiliki ketokohan agar dikenal luas dan dicintai oleh masyarakat.

Salah satu strategi untuk membesarkan Partai Perindo di Kabupaten Sumbawa, sangat dibutuhkan penyegaran kepengurusan di tingkat DPC hingga PAC dengan kader yang militan dan ikhlas bekerja serta mampu menjalin komunikasi.

“Partai Perindo butuh tokoh dan penyegaran pengurus khususnya di Kabupaten Sumbawa. Kita membutuhkan kader yang memiliki integritas tinggi demi membesarkan partai, serta mampu menjalin komunikasi baik secara internal maupun eksternal," tukasnya.

Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada sumbawa bulan Oktober 2024 mendatang, ia berharap dapat diisi oleh figur dari kalangan akademisi dan praktisi yang sangat memahami tentang industrialisasi bagi percepatan kemajuan daerah. 

"Kombinasi dari figur akademisi dan praktisi dinilai mampu membawa percepatan perubahan untuk menambah pundi – pundi anggaran belanja daerah sehingga tidak mesti membebankan APBD yang sangat minim dan terbatas," tandasnya

Bidikan Kamera News