Partai Perindo Gagas Konvensi Rakyat, Pengamat: Inovasi Luar Biasa, Patut Dicontoh
Kamis 21 Oktober 2021 16:38 WIBMAKASSAR – Terobosan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang menerapkan Konvensi Rakyat berbasis digital menggunakan sistem e-demokrasi dan e-voting terus mendapat tanggapan positif dari sejumlah kalangan akademisi.
Salah satunya pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Firdaus Muhammad. Menurutnya, Konvensi Rakyat secara digital perlu disikapi positif demi memantau potensi kader untuk diajukan di jalur legislatif dan eksekutif.
Wacana Konvensi Rakyat secara digitalpun perlu disikapi untuk memantau potensi kader untuk diajukan di jalur legislatif dan eksekutif.
“Konvensi Rakyat yang akan diterapkan Partai Perindo menghadapi Pemilu 2024 inovasi yang luar biasa dan bisa jadi percontohan bagi partai lain,” katanya kepada MNC Portal, Selasa (19/10/2021).
BACA JUGA: Partai Perindo Gagas Konvensi Rakyat, Pengamat: Langkah Cerdas Songsong Pemilu 2024
Menurut dosen UIN Makassar ini, partai politik saat ini seharusnya sudah mengarah pada penguatan demokrasi digital. Untuk itu, partai politik perlu memaksimalkan konsolidasi dan penguatan kader melalui dunia digitalisasi.
“Hal ini untuk memudahkan akses dan penyebaran informasi,” ungkapnya.
Namun demikian, digitalisasi partai politik juga masih penuh resiko, terutama infrastruktur internal partai yang belum siap. Kalaupun sekadar informasi digital secara terbatas belum tampak pengaruhnya.
BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo
Sementara, pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Luhur A Priyanto mengemukakan penggunaan teknologi informasi menjadi keniscayaan dalam demokrasi modern.
“Partai politik memang perlu beradaptasi dengan tata kelola yang berbasis digital."
“Kuncinya di kaderisasi dan pendidikan politik yang konsisten dan berjenjang. Partai yang konsisten melakukan kaderisasi dan pendidikan politik akan memiliki stock kader yang siap ditampilkan pada perebutan jabatan-jabatan politik,” tandasnya.
Anicolha


