Daftar Anggota
  • Berita
  • Partai Perindo Harap Penerimaan Siswa Baru di Palangka Raya Berjalan Transparan
Partai Perindo Harap Penerimaan Siswa Baru di Palangka Raya Berjalan Transparan
Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Ruselita

Partai Perindo Harap Penerimaan Siswa Baru di Palangka Raya Berjalan Transparan

Jumat 24 Juni 2022 13:02 WIB

PALANGKARAYA -- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 pada tingkat SMP di Palangka Raya sudah dimulai.

PPDB online dengan menggunakan alur pendaftaran Model B Plus diterapkan pada 6 sekolah yang memiliki sarana dan prasarana pendukung.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya dari Partai Perindo Ruselita berharap agar pelaksanaan PPDB pada tahun ajaran baru ini bisa tetap bersih dan transparan. 

Meskipun sebagian sekolah telah menerapkan sistem online, namun hal itu tetap belum bisa sepenuhnya menutup potensi terjadinya tindak penyalahgunaan kewenangan dalam penerimaan peserta didik baru.

“Jika selama ini kita kerap mendengar kabar miring terkait PPDB yang masih terjadi permainan uang maupun nepotisme dari oknum tertentu. Namun, kita berharap dengan sistem yang baru ini bisa membawa perubahan agar pelaksanaan PPDB bisa bersih dan transparan," kata Ruselita baru-baru ini.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Dia menyarankan orang tua murid untuk mendaftarkan saja anak sesuai zonasi atau pada sekolah yang memang berada di dekat tempat tinggal masing-masing sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku.

Politisi Partai Perindo itu menuturkan, pendaftaran sekolah dengan sistem zonasi merupakan kebijakan tepat yang telah diberlakukan pemerintah untuk pemerataan kemajuan sekolah.

Dirinya sendiri memahami jika para orang tua ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya pada sekolah unggulan yang ada.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungikonvensirakyat.com 

Akan tetapi, hal itu justru akan berdampak negatif bagi pemerataan pendidikan yang selama ini selalu dikejar oleh pemerintah daerah setempat.

“Semua sekolah itu sama saja, jangan lagi berpikiran bahwa ada yang berprestasi ada yang tidak. Semua fasilitas pendidikan yang ada di sini memiliki kualitas yang sama, dan visi serta misi yang sama yaitu menciptakan generasi penerus yang baik," pungkasnya.

Borneonews