Partai Perindo: Kasus Irjen FS Harus Jadi 'Trigger' Pembenahan Institusi Polri
Senin 22 Agustus 2022 14:20 WIBJAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hankam dan Siber, Dr. Susaningtyas Kertopati mengapresiasi Ketua DPR RI, Puan Maharani yang telah mendukung sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terkait praktik ilegal yang terjadi di dalam tubuh Polri.
Dukungan tersebut diberikannya usai Jenderal Listyo berjanji akan mencopot petinggi Polri yang terbukti terlibat dalam tindakan penyakit masyarakat (pekat).
"Peristiwa terpidana Irjen FS harus jadi 'trigger' bagi pembenahan manajemen maupun SDM dalam tubuh institusi Polri. Sudah saatnya pimpinan Polri lakukan evaluasi dan harus laksanakan test psikologi berkala, dan pola pendidikan SDM dari tingkat Tamtama sampai Perwira Tinggi," tegas Nuning sapaan akrab Susaningtyas Kertopati itu, dalam keterangannya, Senin (22/8/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Kata Nuning, test psikologi berkala dilakukan Karena dengan berjalannya waktu seseorang pasti alami dinamika kehidupan yang dapat mempengaruhi psikologinya. Hal ini menjadi penting karena anggota Polri dalam kedinasannya bersenjata.
"Tujuan mulia untuk pengamanan masyarakat jangan sampai diselewengkan untuk perbuatan yang justru melawan hukum (oleh oknum penegak hukum)," tegas Nuning.
"Jikalau perlu Baintelkam yang memiliki kewenangan memberi izin penggunaan senjata api juga dievaluasi, saat ini kita ketahui banyak pihak sipil memiliki senjata meski bukan anggota Polri/TNI ataupun Perbakin," sambungnya
Lalu hal lain, kata Nuning, Polri juga harus menjaga agar Dewan Kebijakan Jabatan dan Kepangkatan (Wanjak) lebih obyektif.
"Dan tidak berdasarkan 'like and dislike' atau 'gank'. Jangan sampai ada pihak yang sudah ikuti assessment kepangkatan justru tidak juga naik pangkat, malah mereka yang belum lebih dulu naik pangkat karena dekat dengan pejabat tinggi Polri. Kembalikan saja pada SOP awal. Hal ini penting sekali untuk menjaga keharmonisan dalam tubuh Polri," tutur Nuning.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Saat ini, kata Nuning, citra Polri sedang dipertaruhkan pasca kasus yang melibatkan Pati Polri. Polri yang dalam tugas kesehariannya lekat dengan criminal justice system harus bersih dari tindakan kriminal maupun ilegal.
"Saat ini adalah momentum tepat untuk lakukan perbaikan demi perbaikan. Tak sekedar memberantas Bandar Judi Online dan hal ilegal lainnya, tetapi Binmas Polri wajib lakukan 'public lecturing' masyarakat agar tidak mudah terbuai dengan berbagai hal ilegal, jika perlu ajak KBPP Polri untuk lakukan hal ini," pungkasnya.
Okezone


