Daftar Anggota
  • Berita
  • Partai Perindo Minta Kualitas dan Kesejahteraan Tenaga Pengajar di Indonesia Ditingkatkan
Partai Perindo Minta Kualitas dan Kesejahteraan Tenaga Pengajar di Indonesia Ditingkatkan
Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Tama S. Langkun

Partai Perindo Minta Kualitas dan Kesejahteraan Tenaga Pengajar di Indonesia Ditingkatkan

Kamis 08 September 2022 11:44 WIB

JAKARTA -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) meminta pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para tenaga pengajar di Indonesia. Desakan itu sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air.

"Salah satu cara meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia
adalah meningkatkan kualitas tenaga pengajar dan menaikan tingkat kesejahteraannya," kata Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Tama S. Langkun, Selasa (6/9/2022).

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Hal ini disampaikan Tama menyikapi laporan Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2018, Indonesia berada di posisi yang sangat rendah. 

Pasalnya, dari 79 negara yang berpartisipasi, Indonesia berada di posisi 71 dalam kemampuan literasi, 70 dalam matematika, dan 69 dalam sains. Skor yang didapat Indonesia dalam survei tersebut bahkan terpaut jauh di bawah rata-rata skor negara-negara anggota OECD. 

"Yang mempengaruhi hal di atas di antaranya kualitas tenaga pengajar yang masih rendah, dan rendahnya kesejahteraan tenaga pengajar di Indonesia," ungkapnya. 

Sebelumnya, dalam webinar Partai Perindo bertajuk "Gagasan Penghapusan Penerimaan Mahasiswa dari Jalur Mandiri" pada Jumat (2/9/2022) lalu, Ketua Bidang Keanggotaan DPP Partai Perindo Sururi Alfaruq juga menyoroti upah pendidik atau dosen di perguruan tinggi yang begitu minim. 

Misalnya, lulusan doktor di sebuah universitas luar negeri yang menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Tanah Air mendapatkan upah yang tidak sesuai dengan ekspektasi saat kuliah di luar negeri. 

"Intinya adalah dari sisi kesejahteraan perlu ada perbaikan. Ada doktor lulusan luar negeri dan mengajar di kampus Indonesia dengan gaji yang minim sekali," katanya. 

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Karena itu, Partai Perindo mendorong Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) untuk mengusulkan kepada pemerintah untuk memperbaiki kesejahteraan para dosen di Indonesia khususnya dari sisi upah. 

"Perlu ada intervensi, perlu dipikirkan tentang kesejahteraannya. Bagaimana memikirkan kesejahteraan para pengajar di perguruan tinggi. Perlu ada usulan ke pemerintah karena tujuannya untuk memperbaiki kualitas perguruan tinggi," tegas Faruq.