Daftar Anggota
  • Berita
  • Partai Perindo Nilai Eks Bupati Barito Utara Kandidat Kuat Calon Gubernur Kalteng
Partai Perindo Nilai Eks Bupati Barito Utara Kandidat Kuat Calon Gubernur Kalteng
Ketua DPW Partai Perindo Kalteng, Sengkon saat menerima berkas bakal calon gubernur Kalteng dari perwakilan Nadalsyah

Partai Perindo Nilai Eks Bupati Barito Utara Kandidat Kuat Calon Gubernur Kalteng

Selasa 28 Mei 2024 08:01 WIB

PALANGKA RAYA - Ketua DPW Partai Perindo Kalimantan Tengah (Kalteng) Sengkon menilai Ketua DPD Partai Demokrat Nadalsyah atau dikenal Koyem merupakan salah satu kandidat kuat Calon Gubernur.

"Pengalaman Koyem sudah tidak diragukan lagi di pemerintahan maupun masyarakat," kata Sengkon usai menerima berkas pendaftaran Nadalsyah, di kantor DPW Partai Perindo Kalteng, Senin, 27 Mei 2024.

Ia menilai kapabilitas Koyem telah terbukti dengan dua periode menjadi Bupati Barito Utara, menunjukkan pengalamannya mengurus pemerintahan dan masyarakat.

Sengkon mengatakan Koyem merupakan kandidat yang ketujuh mendaftar ke DPW Partai Perindo Kalteng. Dia memastikan semuanya mendapat perlakuan sama.

“Kami memberlakukan sama, artinya saat ini kami tidak membeda - bedakan kandidat ini dengan yang lain, kami proses sesuai dengan mekanisme dimiliki Partai Perindo," ujarnya.

Pria yang juga menjabat anggota DPRD Kalteng itu berpendapat, Koyem adalah salah satu kandidat yang menjadi catatan penting untuk Provinsi Kalteng.

“Kita tentu ingin Kalteng maju di tahun -tahun yang akan datang. Jadi salah satunya pak Koyem ini yang juga kita harapkan bisa ikut berkompetisi menjadi calon Gubernur Kalteng. Tetapi ini semua tergantung mereka yang mendaftar keseriusannya, bagaimana cara mereka serius melakukan komunikasi dengan semua partai politik,” jelasnya.

Dia menjelaskan, Partai Perindo saat ini hanya memiliki satu kursi di DPRD Kalteng. Meski demikian, satu kursi ini menjadi penting jika pengusung maju Pilkada Kalteng kekurangan satu kursi.

“Yang dibutuhkan 9 kursi yakni 20 persen dari 45 kursi DPRD Kalteng. Jadi satu pun menentukan. Artinya tergantung bagaimana komunikasi mereka. Kami hanya memberikan pertimbangan dan masukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” jelasnya.

Borneonews.com