Partai Perindo NTB: Wisata Grastonomi Geliatkan Perekonomian Pariwisata Indonesia
Rabu 08 Desember 2021 14:00 WIBJAKARTA – Kuliner khas daerah menjadi salah satu ikon pariwisata yang dikembangkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam program Destinasi Super Prioritas untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahudin Uno pernah mengatakan bahwa kuliner merupakan subsektor penyumbang terbesar dari produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif.
Disebutkan, subsector kuliner menyumbang Rp455,44 triliun atau sekitar 41 persen dari total PDB ekonomi kreatif sebesar 1.134,9 triliun pada tahun 2020.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Menyadari akan peran penting kuliner dalam membangkitkan ekonomi nasional, Wakil Ketua DPW Partai Perindo NTB Lalu Atharifatullah mengatakan perlu adanya pemahaman khusus mengenai wisata gastronomi yang mencakup asal-usul, sejarah di balik kehadiran suatu menu makanan, hingga cara menikmati makanan khas Indonesia.
“Pemerintah harus punya strategi yang tidak hanya mengenalkan keindahan alam NTB, tetapi juga mengenalkan NTB dengan berbagai kuliner khas yang siap dinikmati bagi para pengunjung yang datang di NTB,” ujar Athar saat dihubungi, Selasa (7/12/2021).
BACA JUGA: Partai Perindo NTB Bangga TGB Jadi Ketua Dewan Konvensi Rakyat
Wisata gastronomi memberikan pemahaman mencangkup proses penyajian, pengalaman, penyediaan bahan pangan hingga tata cara dan kebiasaan makan yang bisa dipahami sebagai budaya khas orang Indonesia.
Adanya perhelatan MotoGP 2022 juga dinilai dapat meningkatkan perekonomian setempat. Ini merupakan momentum tepat bagi pemerintah untuk mempromosikan cita rasa kuliner di mata dunia. Melalui kombinasi tersebut bukan tidak mungkin NTB akan menjadi destinasi ‘Bali Baru’ yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.
“Akan ada ribuan orang yang datang menonton perhelatan MotoGP tidak saja dari dalam negeri tapi juga seluruh dunia. Ini adalah kesempatan untuk mengenalkan branding makanan khas Lombok dan NTB ke seluruh dunia,” katanya.


