Partai Perindo NTB Yakin Arah Dukungan Politik PPP dan PKB ke Rohmi-Firin
Senin 22 Juli 2024 12:01 WIBMATARAM -- Terdapat dua partai politik penentu yakni PKB dan PPP dalam Pilgub Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diperebutkan oleh sejumlah kandidat Cagub-Cawagub pada kontestasi Pilkada serentak November 2024 mendatang.
Salah satu Cagub-Cawagub NTB yang memperebutkan dua parpol tersebut yakni pasangan Sitti Rohmi Djalillah-Musyafirin atau Ummi Rohmi-Firin yang sebelumnya sudah mendapatkan dukungan dari PDIP dan Partai Perindo. Namun, keduanya belum cukup suara untuk bisa mendaftar di KPU nanti.
Kedua parpol pengusung ke Rohmi-Firin saat ini baru 7 suara yang dikumpulkan dari 13 kursi yang dibutuhkan untuk bisa melenggang ke pencalonan Pilgub NTB.
Berbagai desas-desus beredar, jika tidak mendapatkan dukungan dari salah satu dari dua parpol tersebut, bakal kandas dalam memenuhi syarat 13 kursi.
Kini, PPP dan PKB informasi yang bergulir akan mengarahkan dukungannya ke pasangan Iqbal-Dinda atau ke pasangan Zul-Uhel yang sudah mencukupi perolehan kursinya untuk mendaftar di KPU.
Terkait hal ini, Wakil Ketua DPW Partai Perindo Nusa Tenggara Barat (NTB) Syamsul Qomar menegaskan pihaknya masih optimis PPP dan PKB bersama koalisi Partai Perindo dan PDIP juga PBB.
“Terkait isu perpindahan dukungan tentu tidak bisa hanya omon-omon karena dukungan itu bersifat dokumentasi tertulis atau surat resmi. Kalau sekedar isu yang dihembuskan DPW-PPP mungkin ada soal internal mereka yang belum selesai kalau Rohmi - Firin sudah mengikuti semua persyaratan dan tahapan serta mekanisme partai yang ada," tandasnya Sabtu (20/7/2024).
Dia menjelaskan, Rohmi-Firin terus mengikuti mekanisme yang ada di tiga partai tersebut yakni PKB, PBB dan PPP.
"Kita ikuti mekanismenya semua (partai), bahkan hasil survei Poltracking juga sudah kami sampaikan sebagai salah satu rujukan," terangnya.
Dia juga menyebut peralihan dukungan partai tersebut biasa dalam politik. Jika ada isu-isu yang berkembang merupakan hal yang biasa dalam berpolitik.
Terlebih, menjelang masa pendaftaran karena yang dibutuhkan pasangan itu B1 KWK untuk mendaftar bukan surat rekomendasi, apalagi hanya surat dukungan.
Qomar melihat Demokrat dan Nasdem serta Golkar juga masih bisa berubah termasuk Gerindra. Sebelum 29 Agustus tidak ada yang pasti semua bisa berubah dan tidak ada yang tidak mungkin dalam politik.
Qomar memberi contoh Iqbal yang sejak awal terlihat percaya diri mendapat Demokrat tetapi akhirnya kelain hati.
Suarakarya.id


