Daftar Anggota
  • Berita
  • Partai Perindo Palu Kritisi Anggaran Bencana Dialihkan ke Pembelian Mobil Sampah
Partai Perindo Palu Kritisi Anggaran Bencana Dialihkan ke Pembelian Mobil Sampah
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kota Palu Andri Gultom

Partai Perindo Palu Kritisi Anggaran Bencana Dialihkan ke Pembelian Mobil Sampah

Kamis 06 Januari 2022 10:49 WIB

PALU - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) mengingatkan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid untuk fokus pada penyelesaian penanganan bencana alam 28 September 2018.

Masih banyaknya para penyintas yang berada di selter pengungsian atau hunian sementara membuktikan keberpihakan Pemerintah Kota Palu dalam menyelesaikan persoalan bencana masih minim.

BACA JUGA: Pemilu 2024, Partai Perindo Kota Palu Gandeng Kaum Milenial Menjadi Caleg

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kota Palu Andri Gultom mengatakan penanganan bencana harusnya menjadi prioritas untuk diselesaikan. Apalagi waktu penanganannya sudah cukup lama yakni tiga tahun.

Menurut Andri, saat ini para penyintas terkhusus di Petobo, Talise dan Balaroa menantikan janji kampanye Hadianto Rasyid - Reny Lamajido pada Pilwalkot tahun 2020 yang menyatakan akan menuntaskan persoalan bencana dalam jangka 6 bulan.

Komitmen ini kemudian mengantarkan keduanya sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu hingga periode 2024.

"Keberpihakan Wali Kota Palu dalam hal kebijakan anggaran dalam penanganan bencana belum terlihat. Sehingga Partai Perindo mengingatkan pentingnya janji kampanye itu agar segera ditunaikan," kata Andri Gultom kepada media, Rabu (5/1/2022).

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Ia mengaku miris ketika Pemerintah Kota Palu memfokuskan persoalan Adipura dengan mengadakan 46 mobil sampah dari 122 mobil yang telah dipesan.

Menurutnya, hal itu hanya menghambat percepatan pembangunan hunian tetap dan pemulihan ekonomi bagi para penyintas. Karena pengalihan anggaran yang difokuskan pemulihan bencana berkurang. 

"Karena anggaran yang seharusnya untuk pembangunan rumah dan pemulihan ekonomi penyintas itu dialihkan ke pengadaan mobil sampah. Apa urgensinya Adipura ketimbang saudara kita yang masih berada di Huntara yang tidak layak lagi," tambahnya.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Jika keberpihakan pada penanganan bencana ini minim, ia meyakini persoalan bencana tidak dapat terselesaikan pada akhir masa jabatan Hadianto-Reny di tahun 2023.

"Dalam artian nasib para penyintas belum dapat terselesaikan lagi di periode wali kota baru. Padahal warga kita sangat mengharapkan keberpihakan pemerintah dalam persoalan mereka," tutupnya. 

Palutribunnews