Partai Perindo: Penerimaan Mahasiswa Jalur Mandiri Harus Dipertahankan
Jumat 02 September 2022 22:01 WIBJAKARTA - Wacana penghapusan penerimaan calon mahasiswa jalur mandiri Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menyeruak setelah adanya pengungkapan kasus tindak pidana korupsi yang menyeret seorang rektor.
Dalam kasus tersebut, diduga mengadakan jul beli penerimaan mahasiswa.
Merespons hal tersebut, Ketua Bidang Keanggotaan DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Sururi Al Faruq menilai tidak perlu adanya penghapusan penerimaan jalur mendiri.
Menurutnya, jalur tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap kesempatan masyarakat untuk bisa diterima di PTN.
"Jalur mandiri itu memang harus dipertahankan, karena masyarakat itu kebutuhan untuk bisa masuk atau mendapatkan akses kuliah di PTN itu sangat besar, sehingga kalau dipatahkan atau dihapus itu dampaknya juga besar," kata Faruq dalam Webinar Partai Perindo bertajuk 'Gagasan Penghapusan Penerimaan Mahasiswa dari Jalur Mandiri', Jumat (2/9/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Jurnalis senior itu melanjutkan, dengan adanya dana dalam jalur mandiri dapat dijadikan untuk suntikan peningkatan mutu dan subsidi silang di PTN. Ia menyebutkan, secara internasional rating perguruan tinggi di Indonesia masih berada di angka 300-250.
"Dengan adanya jalur mandiri ini yang punya kesempatan untuk bisa mendapatkan dana dari penerimaan mahasiswa dari Jalur mandiri bagaimana fungsinya itu dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi, terutama juga untuk mutu pengajarnya, memperbanyak research" ucapnya.
Menurutnya, sebagai institusi yang jernih dan obyektif, research yang dilakukan oleh perguruan tinggi bisa menjadi rujukan dalam skala nasional.
Untuk itu, ia meminta Pemerintah untuk lebih aktif dalam mendukung research yang dilakukan oleh perguruan tinggi Indonesia.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
"Misalnya pada musim pandemi kemarin, bagaimana perguruan tinggi ketika bisa membuat suatu research tentang obat-obatan yang bermanfaat untuk mempercepat recovery dari Covid-19, itu saya kira juga akan bermanfaat, tinggal negara ini mensupport apa tidak," ujar Faruq.
"Karena kemarin sudah dicoba negara kurang full support terhadap perguruan tinggi yang membuat research seperti ini," tandasnya.
Okezone


