Partai Perindo soal Paham Khilafatul Muslimin: Pendidikan Karakter Agama dan Pancasila Bentengnya
Jumat 17 Juni 2022 22:53 WIBJAKARTA - Pemerintah melarang organisasi Khilafatul Muslimin dan segala aktivitasnya. Organisasi yang dipimpin Abdul Qadir Hasan Baraja dianggap bertentangan dengan Pancasila.
Selain itu, ormas tersebut juga terindikasi mendirikan ingin negara dalam negara.
Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Keagamaan Abdul Khaliq Ahmad menyatakan, diperlukan penguatan pendidikan karakter untuk membentengi masyarakat dari paham Organisasi Khilafatul Muslimin.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Pendidikan karakter tersebut menurutnya tetap berdasarkan pada agama dan Pancasila.
"Penguatan pendidikan karakter yang bersumber dari agama dan bersumber dari Pancasila," kata Khaliq kepada MNC Media, Jumat (17/6/2022) malam.
"Jadi kalau dua sumber ini dioptimalkan baik dalam bentuk efeksi maupun psikomotoriknya, maka insyaallah gurita itu (Khilafatul Muslimin) akan menjadi kecil," ucapnya.
Dengan penguatan pendidikan karakter dengan dua sumber tersebut, penyebaran faham Khilafatul Muslimin dan sejenisnya dapat ditekan.
Ia menyebutkan, ideologi khilafah tidak berbeda dengan virus yang akan selalu berkembang dan muncul varian-varian baru.
Khaliq menambahkan, guna menekan penyebaran faham tersebut juga perlu mempertimbangkan sosial media.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Menurutnya, narasi-narasi yang mengajak masyarakat untuk bergabung, khususnya remaja banyak beredar di media sosial.
"Jadi saya pikir kementerian atau lembaga yang terkait dengan hal ini perlu juga mengoptimalkan perannya," ujarnya.
SINDOnews.com


