Daftar Anggota
  • Berita
  • Partai Perindo Soroti Lonjakan Suara PSI: Manipulasi Suara Pidana Serius
Partai Perindo Soroti Lonjakan Suara PSI: Manipulasi Suara Pidana Serius
Juru bicara Partai Perindo, Michael Victor Sianipar

Partai Perindo Soroti Lonjakan Suara PSI: Manipulasi Suara Pidana Serius

Rabu 06 Maret 2024 10:24 WIB

JAKARTA -- Partai Perindo ikut menyoroti lonjakan suara yang dialami oleh PSI pimpinan Kaesang Pangarep, anak bungsu Presiden Jokowi. Suara PSI yang mempopulerkan diri sebagai "Partai Jokowi" ini mendadak melesat di Sirekap KPU.

Mantan Ketua DPW PSI Jakarta yang kini menjadi juru bicara Partai Perindo, Michael Victor Sianipar, mengingatkan manipulasi suara adalah tindak pidana yang wajib diusut tuntas.

"Saya perlu ingatkan kepada semua pihak bahwa manipulasi data hasil pemilihan itu adalah tindak pidana. Kejanggalan yang ramai dibahas publik harus menjadi perhatian khusus KPU, Bawaslu, dan penegak hukum," kata Michael dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/3).

Ketua DPP Perindo Bidang Digital dan Ekonomi Kreatif ini menyebut, ledakan suara PSI berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap Pemilu yang adil. Jika isu ini tidak diklarifikasi, akan mengikis legitimasi Pemilu 2024.

"Sebenarnya tidak sulit untuk menjawab isu kejanggalan ini. Caranya buka saja data historis Sirekap. Jejak digital tidak bisa bohong. Ledakan suara yang ada itu bisa ditelusuri di TPS mana saja dan dapat dilihat apakah wajar atau ternyata adalah kesalahan input. Saya yakin banyak jago IT yang bisa dengan mudahnya menganalisa data historis tersebut jika dibuka rincinya," jelas Ketua Umum DPP Pemuda Perindo ini.

Michael menambahkan, jika ada upaya sistematis mengerek suara partai tertentu dengan manipulasi data, upaya tersebut dapat dikategorikan tindak pidana pemilu dan tindak pidana korupsi.

"Jenis korupsi yang paling mengerikan adalah korupsi suara, karena suara adalah amanah rakyat. Saya harap penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum bisa mempertahankan integritas Pemilu dari korupsi suara, yang juga adalah tindak pidana serius," ucap Michael.

Politikus yang juga pernah gabung Gerindra ini mengatakan, lonjakan suara janggal yang terjadi secara sistematis menjadi indikasi kemungkinan adanya pengerahan khusus. Kejahatan manipulasi hasil pemilu bukanlah kejahatan yang bisa dilakukan seorang diri.

"Jika ada yang berani bermain dengan korupsi suara, harus juga ditelusuri ini perintah siapa, dan apakah ada permainan uang juga," kata Michael.

Lebih jauh, Michael berharap publik terus mengawal rekapitulasi suara yang sedang berlangsung berjenjang.

"Mengawal penghitungan suara adalah tanggung jawab bersama. Saya mengajak masyarakat luas mengawal suara di rekapitulasi manual dan juga di penghitungan digital melalui aplikasi KPU ini. Kita sama-sama jaga demokrasi kita dan suara kita," tutup Michael.

Kumparan.com