Partai Perindo Sumut Soroti Pemasangan Pembatas Median Jalan di Medan Johor
Selasa 13 Desember 2022 10:30 WIBMEDAN – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menyoroti kebijakan Pemerintah Kota Medan yang memasang pembatas median jalan di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor.
Keberadaan pembatas jalan itu dianggap menjadi sumber kemacetan di kawasan yang kini menjadi salah satu pusat pemukiman di wilayah selatan Kota Medan itu.
“Kita banyak menerima laporan dari warga yang mengeluh dan membuat pengendara kendaraan harus memutar jauh sekali,” kata Wakil Ketua DPW Partai Perindo Sumatra Utara (Sumut), Budianta Tarigan, Kamis (8/12/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Budianta mengatakan, sebelumnya warga Medan Johor mengapresiasi langkah Pemda setempat memperlebar ruas jalan Karya Wisata, seiring dengan tingginya tingkat hunian di kawasan itu.
Namun, dengan penambahan median jalan yang saat ini dilakukan, justru menjadi kontraproduktif dengan pelebaran jalan tersebut.
“Median jalan yang baru saja dibangun ini sangat menyusahkan masyarakat, yang akan berkunjung ke Karya Wisata,” jelas Budianta yang juga warga Medan Johor itu.
Terlebih sambung Budianta, ketiadaan arah putar balik atau u-turn jalan membuat sejumlah pengguna kendaraan melanggar aturan dengan memutar di persimpangan lampu merah.
“Ini kan justru melanggar aturan karena putar balik di simpang lampu merah itu dilarang. Seharusnya pembatas jalan di tengahnya dibuat titik putar balik,” ungkapnya.
Menurutnya perlu adanya kajian terkait titik macet di jalan tersebut dan dipastikan di mana titik arah putar balik kendaraan sebelum dilakukan pemasangan pembatas median jalan.
"Perekonomian terganggu, masyarakat disuruh muter-muter. Ini kan kerja tanpa punya kajian namanya,” tambah Budianta.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Budianta pun meminta agar Pemerintah Kota Medan mengevaluasi pemasangan median jalan itu dan mengembalikan rekayasa lalu lintas di Jalan Karya Wisata seperti sebelumnya.
"Jalan Karya Wisata itu bukan jalan tol, cukup yang wajar saja dengan ada dua atau tiga titik putaran. Jangan buat kebijakan-kebijakan yang menyusahkan rakyat," ujarnya.
Waspada.id


