Pelaku Usaha Keluhkan Minimnya Stok Oksigen, Politisi Perindo Bengkulu Minta Gubernur Ambil Tindakan
Selasa 27 Juli 2021 11:10 WIBBENGKULU - Minimnya pasokan oksigen untuk merawat pasien Covid-19 tidak hanya dialami pada rumah sakit di Bengkulu. Pelaku usaha yang memiliki bengkel dan las pun kesulitan mendapatkan oksigen di tengah kondisi pandemi. Terlebih, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengeluarkan kebijakan khusus dan akan dilakukan pengawasan ketat di masa pandemi ini. Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Yurman Hamedi mengaku telah mendengarkan kabar adanya keluhan dari pelaku usaha bengkel dan las di kota-kabupaten di Bengkulu sejak satu bulan terakhir ini. Di mana stok oksigen saat ini kosong semejak melonjaknya pasien Covid-19 dan diberlakukan PPKM di Bengkulu. "Mereka menyampaikan oksigen itu ada, tetapi hanya boleh untuk pasien yang sedang dirawat. Padahal selain pasien, para pelaku usaha seperti tukang las serta bengkel juga sangat membutuhkan gas oksigen untuk menunjang keberlangsungan usaha mereka," kata Yurman, akhir pekan lalu. Dengan kondisi demikian, politisi Perindo Bengkulu ini menilai, kehidupan ekonomi mereka sangat terpukul karena roda perekonomi tidak berjalan. Bahkan beberapa tukang las mengaku usaha mereka akan tetap berjalan jika tidak disebabkan pandemi Covid 19 seiring meningkatnya permintaan oksigen untuk pasien Covid-19. Hal ini tentu menyebabkan langkanya pasokan oksigen membuat sulitnya pelaku usaha mendapatkan oksigen. Terkait hal ini, Yurman telah memberitahukan apa yang dialami pelaku usaha kepada Gubernur Bengkulu Rohidin dan meminta beliau menindaklanjuti laporan masyarakat untuk mencari solusi agar pasokan oksigen tetap tersedia dalam kondisi yang tidak memungkinkan saat ini. "Saya harapkan kepada Gubernur bisa secara arif dan bijak dalam menyikapi persoalan pasokan gas oksigen. Apalagi jika perlu minta pasokan tambahan oksigen ke Pertamina," tukas Yurman. RRI


