Pemuda Perindo Ajak Mahasiswa Berkontribusi Atasi Covid-19
Rabu 07 Juli 2021 17:09 WIBJAKARTA - Pemuda Perindo mengajak mahasiswa dari universitas fakultas kedokteran, keperawatan dan farmasi untuk berkontribusi mengatasi serangan Covid-19 yang terus menjadi-jadi. Hal ini dilakukan karena tenaga nakes yang menangani pasien corona saat ini sudah kewalahan, bahkan jumlahnya kurang. "Dibutuhkan gerakan perguruan tinggi yang memiliki mahasiswa dari fakultas kedokteran, farmasi dan keperawatan agar memobilisasi potensi yang ada untuk mengerem laju perkembangan pasien Covid ini. Karena tenaga medis sudah kewalahan, maka mahasiswa dan dosen di fakultas terkait bisa dimobilisasi segera," tegas Benedictus Teluambanua Direktur Eksekutif DPP Pemuda Perindo, hari ini. Menurutnya calon dokter, perawat dan farmasi dari universitas di Indonesia diharapkan ikut berperan aktif untuk bersama-sama dengan tenaga kesehatan dan dokter yang ada saat ini untuk menanganggulagi kasus Covid-19 yang semakin menggurita. Mereka bisa ditempatkan pada titik-titik tenda darurat Covid-19 ataupun di rumah sakit yang kekurangan tenaga kesehatan dan medis. "Mahasiswa dari fakultas kedokteran dan keperawatan maupun farmasi perlu dikerahkan untuk membantu rumah sakit darurat yang didirikan dengan tenda-tenda darurat," ujar Ben begitu dia disapa. Termasuk, menurunkan mahasiswa untuk menjadi tenaga kesehatan membantu pemerintah dalam melakukan vaksinasi nasional yang ditargetkan pemerintah. Calon dokter, perawat dan farmasi dari berbagai universitas pun perlu untuk dikerahkan mempraktekan ilmunya dengan melakukan tes antigen atau PCR bagi masyarakat yang diduga terpapar Covid-19. "Mereka bisa membantu penanganan vaksin yang ditargetkan oleh Presiden Jokowi dengan 2 juta vaksin sehari. Perlu juga untuk membantu tes antigen atau PCR bagi masyarakat terduga Covid di berbagai tempat," ungkapnya. Menurutnya jika mahasiswa kedokteran, perawat, dan farmasi diturunkan dalam situasi saat ini akan sangat membantu pemerintah maupun tenaga kesehatan. Dampaknya juga akan menurunkan angka penularan virus mematikan tersebut. "Jika ini diterapkan efeknya sangat dahsyat dan bisa mendorong masyarakat bahu membahu menanggulangi Covid bersama negara," tegas Ben.


