Daftar Anggota
  • Berita
  • Pengamat Militer: Jenderal TNI Andika Perkasa Sangat Cocok sebagai Panglima TNI
Pengamat Militer: Jenderal TNI Andika Perkasa Sangat Cocok sebagai Panglima TNI
Jenderal TNI Andika Perkasa saat konferensi pers di Markas Pomdam Jaya Jakarta pada Selasa (20/4/2021)

Pengamat Militer: Jenderal TNI Andika Perkasa Sangat Cocok sebagai Panglima TNI

Selasa 09 November 2021 07:01 WIB

JAKARTA - Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati menilai Jenderal TNI Andika Perkasa sangat cocok menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang akan segera memasuki masa pensiun.

Hal tersebut disampaikannya merespons Presiden Joko Widodo yang mengusulkan nama Andika sebagai calon tunggal Panglima TNI ke DPR hari ini (3/11/2021).

"Jenderal TNI Andika Perkasa sangat cocok sebagai Panglima TNI," kata dia saat dihubungi Tribunnews.com.

BACA JUGA: Susaningtyas Kertopati Jadi Pembicara dalam Kuliah Umum di Pasis Seskoal

Menurut perempuan yang akrab disapa Nuning tersebut, Andika cocok karena merupakan perwira yang cerdas serta memiliki wibawa di mata internasional dan memahami TNI bukan hanya matranya. 

Selain itu, kata dia, Andika juga memiliki perhatian kepada kasus-kasus sosial yang humanis antara lain uji keperawanan Kowad, nasib para purnawirawan, dan sebagainya.

"Beliau juga memiliki kemampuan intelijen yang paripurna," kata Nuning.

Ia mengatakan Pasal 13 Ayat 4 UU TNI Nomor 34 Tahun 2004 mengamanatkan jabatan Panglima TNI dapat dijabat oleh Perwira Tinggi aktif yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.
Artinya, kata dia, KSAD, KSAL, dan KSAU memiliki peluang yang sama untuk menjabat Panglima TNI. 

"Meski harus bergantian namun pada kenyataannya Presiden yang menentukan siapa yang akan menjabat. Hak prerogatif Presiden tersebut memang tidak dapat diintervensi oleh siapapun," kata Nuning yang juga selaku Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hankam dan Cyber Security tersebut.

Meski demikian, kata dia, ada dua pertimbangan yang patut diperhatikan.

Pertama, pertimbangan kebutuhan organisasi TNI dalam kurun waktu ke depan sebagai bagian modernisasi Alutsista sehingga dibutuhkan kemampuan manajemen tempur dan diplomasi militer yang handal.

Kedua, pertimbangan perkembangan lingkungan strategis pada tataran global dan regional.

"Dibutuhkan sosok Panglima TNI yang memiliki dampak penangkalan bagi petinggi militer internasional. Penting sekali jika Panglima TNI disegani dunia internasional," kata Nuning.

BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo

Diberitakan sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajukan nama KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto. 

Ini setelah DPR RI menerima Surat Presiden (Surpres) calon Panglima TNI yang diserahkan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11/2021). 

Tribunnews