Pengamat: Partai Perindo Harus Berada di Garda Terdepan Menggarap Ceruk Pemilih Netizen
Jumat 22 April 2022 17:06 WIBJAKARTA -- Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdus Salam menyebutkan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) harus terus menguatkan positioning untuk membersamai dan menguatkan netizen Indonesia.
BACA JUGA: Ini Strategi Partai Perindo Raih Suara Anak Zaman Now di Pemilu 2024
Menurutnya, positioning ini sangat menarik dan sekaligus juga cerdas. Apalagi pertumbuhan pengguna internet di Indonesia sangat cepat dan juga signifikan.
"Netizen Indonesia dengan berbagai karakternya yang khas akan bisa mendorong Partai Perindo sebagai partai yang kritis konstruktif," kata kata Surokim dalam keterangannya, Jumat (22/4/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC) ini mengutarakan Partai Perindo pun bisa melakukan pembaharuan-pembaharuan berkelanjutan karena sifat netizen yang responsif dan solutif.
"Merawat netizen melalui ruang digital dengan gagasan-gagasan progresif akan kian menguatkan Partai Perindo sebagai partai modern masa depan," tegasnya.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan
dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Penguatan platform digital, kata dia, jelas akan menjadi solusi bagi percepatan pelayanan publik dan juga reformasi kultural di Indonesia.
"Partai Perindo harus terus berada di garda depan untuk menggarap ceruk pemilih netizen ini jika ingin kompetitif dan masuk parlemen," tegas Dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Dekan FISIP Universitas Trunojoyo Madura ini.
Kekuatan ide-ide perubahan progresif harus menjadi roh bagi kader, sehingga bisa menjadi pemantik akan tumbuhnya harapan-harapan dan keyakinan baru pemilih Indonesia yang gandrung terhadap perubahan positif.
"Partai Perindo harus terus konsisten mengembangkan diri menjadi taman persemaian ide-ide progresif konstruktif, tempat semua kalangan bisa berkontribusi untuk melakukan perbaikan di republik ini," pungkasnya.
Sindonews


