Daftar Anggota
  • Berita
  • Perempuan dan Anak-anak Jadi Korban, Perindo: Serangan Israel ke Palestina Langgar Konvesi Jenewa
placeholder-news

Perempuan dan Anak-anak Jadi Korban, Perindo: Serangan Israel ke Palestina Langgar Konvesi Jenewa

Rabu 19 Mei 2021 09:45 WIB

JAKARTA - Partai Perindo menegaskan serangan Israel terhadap Palestina jelas telah melanggar Konvesi Jeneva 1949. Agresi Israel dianggap telah melakukan kejahatan perang karena menewaskan ratusan jiwa warga sipil Palestina di antaranya puluhan kaum perempuan dan anak-anak yang tidak berdosa. "Jelas sekali mereka (Israel) melanggar Konvesi Jeneva tahun 1949, sehingga banyaknya jatuh korban jiwa masyarakat sipil termasuk perempuan dan anak-anak, sudah merupakan kejahatan perang kemanusiaan," kata Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai Perindo Ratih Gunaevy, Selasa (18/5/2021). Konvensi Jenewa adalah bagian dari Hukum Internasional yang juga dikenal sebagai Hukum Kemanusiaan dalam Konflik Bersenjata. Tujuan konvensi ini adalah untuk menjadi patokan standar dalam memperlakukan korban perang. Konvensi Jenewa adalah serangkaian aturan untuk memperlakukan warga sipil, tawanan perang, dan tentara yang berada dalam kondisi tidak mampu bertempur. Sejauh ini ada 196 negara yang sudah menandatangani dan meratifikasi konvensi 1949. Sebab itu, Ratih iba dengan hilangnya puluhan nyawa kaum perempuan dan anak-anak Palestina yang menjadi korban agresi militer Israel dalam sepekan terakhir ini. Di sisi lain akibatnya agresi militer tersebut, kaum perempuan dan anak-anak Palestina kian tak nyaman dalam kehidupan mereka. Serangan Israel dianggap telah meruntuhkan rasa kemanusian antar-sesama. "Tidak ada satupun yang bisa membawa Israel mempertanggungjawabkan apa yang diperbuatnya. Seolah-olah rasa kemanusiaan itu lenyap," ungkapnya. Karenanya, Partai Perindo mengecam keras agresi militer Israel terhadap Palestina terutama kepada anak-anak dan kaum perempuan yang menjadi korbannya. “Saya mengutuk keras akan kejadian yang menimpa Palestina. Sangat saya sesalkan kenapa mereka seenaknya saja, terhadap kaum perempuan dan anak-anak Palestina," tegas Wakil Ketua DPP Kartini Perindo ini. Berdasarkan informasi terkini menurut Kementerian Kesehatan setempat, akibat gencarnya gempuran udara Israel korban nyawa terus berjatuhan di tanah Palestina. Dalam sepekan terakhir ini, total sebanyak 213 warga Palestina tewas dari jumlah tersebut 61 di antaranya adalah anak-anak. Kemudian lebih dari 1.400 orang terluka di Gaza selama seminggu terakhir akibat serangan Israel.