Perempuan dan Anak-anak Palestina Jadi Korban Perang, Perindo: Seolah-olah Rasa Kemanusian Itu Lenyap!
Selasa 18 Mei 2021 12:21 WIBJAKARTA - Partai Perindo prihatin dengan hilangnya puluhan nyawa kaum perempuan dan anak-anak Palestina yang menjadi korban agresi militer Israel dalam sepekan terakhir. Serangan Israel dianggap telah meruntuhkan rasa kemanusian antar-sesama. Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai Perindo Ratih Gunaevy, Selasa (18/5/2021) di Jakarta mengatakan kehidupan kaum perempuan dan anak-anak Palestina kian tak nyaman dengan situasi yang ada saat ini. Tayangan dari sosial media menunjukan begitu memprihatinkannya nasib perempuan dan anak-anak Palestina di tengah serangan Israel yang terus terjadi. "Yang paling menggenaskan, bayi pun menjadi korban! Bisa kita lihat sendiri ulasan-ulasan yang ada di sosial media, namun tidak ada satupun yang bisa membawa Israel mempertanggungjawabkan apa yang diperbuatnya. Seolah-olah rasa kemanusiaan itu lenyap," ungkap Ratih yang juga sebagai Wakil Ketua DPP Kartini Perindo ini. Bagi Ratih, kaum Ibu di Palestina adalah perempuan-perempuan yang tangguh. Demikian juga anak-anak Palestina dengan gigih berani berjuang melawan penindasan. Sejatinya di bulan Ramadhan ini, anak-anak Palestina sedang berbahagia merayakan Hari Raya Idul Fitri mengenakan baju baru. Sayangnya, Hari Raya Lebaran di Palestina berubah kelam bagi anak-anak Palestina karena serangan Israel. "Di saat anak-anak lain sibuk memikirkan baju baru dan hadiah THR, sedang di dunia belahan lain di negara Palestina tidak ada Idul Fitri bagi mereka," ujarnya. Di sisi lain, banyak kaum ibu di Palestina harus kehilangan putra-putra kesayangan mereka di tengah perayaan Idul Fitri. Atas kondisi ini, Ratih berharap negara-negara di berbagai belahan dunia menguatkan pembelaan terhadap kaum ibu di Palestina. "Mereka melaksanakan salat Ghaib bagi para korban yang berjatuhan. Kaum Ibu pun tersenyum putra mereka mati sahid. Betapa mulianya kaum perempuan di sana. Pasti kita ingin ada suatu keadilan bagi kaum perempuan dan anak," ungkapnya.


