Perindo Bengkulu: Potensi Pelabuhan Linau Harus Dikelola Sesuai Peruntukannya
Senin 31 Mei 2021 15:12 WIBBENGKULU - Pemerintah Provinsi Bengkulu disarankn memfokuskan diri untuk menjadikan Pelabuhan Linau di Kabupaten Kaur lebih efisien. Demikian dikatakan anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu H Yurman Hamedi, Selasa (25/5/2021) lalu. Menurut Hamedi potensi dari Pelabuhan Linau harus dimanfaatkan sebagaimana mestinya. “Harus sesuai peruntukannya, artinya Pelabuhan Linau saat ini harus kita lihat potensinya apa sih kalau memang untuk pelabuhan barang atau pelabuhan penumpang. Namun untuk pelabuhan penumpangkan mungkin itu terlalu jauh, tapi kalau pelabuhan barang nanti barang yang akan kita kemas di sana, pengapalan dan transportasi barangnya apa di situ,” kata Yurman. Politisi Perindo Bengkulu ini mengatakan Pelabuhan Linau ke depan harus dibuat dengan konsep baru karena sudah besar dana diinvestasikan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk pengembangan pelabuhan itu. “Jangan sampai pelabuhan ini hanya dijadikan tempat pariwisata saja. Padahal investasi sudah miliaran dilakukan untuk pelabuhan itu,” tegasnya. Ia menjelaskan jika pemerintah memfokuskan pembangunan pelabuhan tersebut tentu pelabuhan itu dapat dimanfaatkan untuk memproses arus impor sehingga tingkat penggunaannya bakal tinggi. Di sisi lain, dirinya menyesalkan potensi Pulau Tikus yang tidak dikelola dengan baik untuk tempat pelabuhan transhipment. Seharusnya, Pemprov Bengkulu mengambil langkah-langkah kongkrit dalam pengembangan Pulau Tikus. “Kira-kira ini mau dikemanakan apakah ini nanti diurus perizinannya sesuai dengan peruntukannya, atau Pulau Tikus dijadikan sebuah pelabuhan transhipment. Karena kalau ini nanti dijadikan pelabuhan untuk transhipment, kita ketahui mereka yang melakukan, transhipment di situ, bukan artinya mau merusak,” ungkapnya sebagaimana diberitakan Bengkulekspress. “Karena dulu banyak teman-teman berpikir negatif bahwa transhipment itu merusak terumbu karang. Nah, logikanya karang itukan tumbuh tidak di laut yang dalam sedangkan transhipment itu dilakukan tidak di laut yang dangkal. Maka harus dipahami karena ini ke depan potensi untuk pemasukan daerah ini,” tutupnya.


