Perindo DIY Desak Penyaluran Bansos PPKM Darurat Dipercepat
Kamis 22 Juli 2021 17:14 WIBYOGYAKARTA - Ketua DPW Partai Perindo DI Yogyakarta, Yuni Astuti mengatakan telah melakukan random cek berkaitan dengan bantuan sosial (bansos) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sebagian besar warga mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah. Sedangkan bantuan yang diterima masih dari tetangga sekitar, serta organisasi seperti jamaah masjid atau gereja. Terlebih lagi masih banyak warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman) yangbelum tersentuh bansos dari pemerintah. "Tidak ada kata lain, harusnya bansos segera dicairkan. Mereka sudah menjerit. Kami berharap komitmen serius pemda baik kabupaten maupun pemda DIY," terangnya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Kamis (22/7/2021). Yuni menjelaskan, pemberlakuan PPKM Darurat berimbas langsung pada masyarakat yang tidak mempunyai gaji pokok seperti PKL, UMKM maupun kelompok marjinal lainnya. Tanpa adanya bansos , sambung Yuni, kesulitan ekonomi semakin terasa di masyarakat. "Ini kondisi riil di masyarakat. Saya menanyai langsung sejumlah masyarakat di DIY. Jawabannya satu, mereka belum mendapatkan bansos dari pemerintah," tandasnya. Dia menambahkan, besaran bansos memang tidak bisa untuk hidup selama sebulan. Namun demikian di tengah susahnya mencari nafkah, ada secercah harapan bagi masyarakat untuk bertahan dalam situasi pandemi yang belum jelas kapan akan berakhir ini. "Presiden sudah menganggarkan bansos ini. Tolong segera dicairkan ke masyarakat di daerah-daerah. Harapannya bisa segera membantu masyarakat dan mengurangi beban kesulitan mereka," tandasnya. Selain mendesak pencairan bansos, Perindo DIY juga menyediakan ambulans gratis untuk penanganan COVID-19. Setiap hari ambulans Perindo bergerak melakukan evakuasi pasien COVID-19, maupun untuk penguburan warga terpapar COVID-19. "Semua dilakukan untuk gerakan kemanusiaan di masa pandemi ini. Semoga pandemi segera berakhir," ujarnya. Sindonews


