Perindo Kecam Tindakan Brutal Israel Terhadap Perempuan dan Anak-anak Palestina
Selasa 18 Mei 2021 09:58 WIBJAKARTA - Partai Perindo mengecam keras agresi militer Israel terhadap Palestina terutama kepada anak-anak dan kaum perempuan yang menjadi korbannya. Terlebih, hingga kini sejak dimulainya serangan Israel sebelum Lebaran, dilaporkan 192 orang meninggal, 58 di antaranya anak-anak dan 34 adalah perempuan. "Saya mengutuk keras akan kejadian yang menimpa Palestina. Sangat saya sesalkan kenapa mereka seenaknya saja, terhadap kaum perempuan dan anak-anak Palestina," kata Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai Perindo Ratih Gunaevy, Selasa (18/5/2021). Dari sejumlah media sosial, Ratih menyaksikan beberapa perempuan muda Palestina ditahan dan diborgol, dan anak-anak Palestina yang hendak berangkat ke sekolah tiba-tiba langkah mereka terhenti ketika bertemu dengan tentara Israel. "Dia harus berhenti di tengah jalan, menjatuhkan tas sekolahnya, mengangkat kedua tangan mungilnya ke atas diperiksa miris sekali," ujar Ratih. Wakil Ketua DPP Kartini Perindo itu mengaku prihatin dengan kondisi kaum perempuan dan anak-anak Palestina yang kian tidak menentu dan was-was. Apalagi tempat tinggal mereka harus porak-poranda akibat gempuran senjata otomatis Israel. Tidak hanya anak-anak, bayi pun teriak histeris menjadi korban serangan dari Israel. "Sangat saya prihatin, banyak sekali perempuan dan anak yang menjadi korban jiwa, keluarga pun harus kehilangan tempat tinggal. Yang paling menggenaskan, bayi pun menjadi korban," ungkap Ratih. Sejatinya di bulan Ramadhan ini, kaum perempuan, anak-anak dan orangtua serta kerabat mereka merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagian. Faktanya, Hari Raya Lebaran di Palestina menjadi momok mengerikan bagi kaum perempuan dan anak-anak Palestina. "Coba kita bayangkan serangan terjadi si bulan suci Ramadhan. Perjuangan kaum Ibu di Palestina sangatlah berlibat ganda. Kaum Ibu harus menenangkan anak-anak mereka saat serangan terjadi, bisa kita bayangkan situasi yang serba terbatas," tandas Ratih.


