Perindo NTT: Rakyat Tak Boleh Dibohongi
Selasa 08 Juni 2021 15:32 WIBBETUN – Ketua DPW)Partai Perindo Provinsi NTT Jonathan Nubatonis bersama rombongan akhirnya tiba di tanah Malaka, Sabtu sore (5/06/2020), setelah melewati jalan panjang dari Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rombongan DPW Partai Perindo Provinsi NTT, dijemput oleh Frits Oematan Ketua DPD Partai Perindo bersama Andereas Nahak anggota DPRD Malaka asal Partai Perindo bersama pegurus Partai Perindo yang sudah menanti di Welaus. Pengurus partai Perindo Kabupaten Malaka pun nampak semarak dan antusias menyambut kedatangan rombongan DPW Partai Perindo Provinsi NTT yang mengiringi 13 ekor sapi yang bernuansa budaya. Sebelum masuk ke rumah jabatan (Rujab) Bupati Malaka, Jonathan Nubatonis disapa secara adat (Hase Hawaka) Wehali-Malaka oleh para tetua adat di depan pintu gerbang rumah jabatan Bupati Malaka. Sesekali Jonathan Nubatonis melepas senyum dan mengangguk-angguk kepala tanda mengerti dan memahami apa isi sapaan adat yang dituturkan para tetua adat. Dalam sambutannya, Jonathan Nubatonis mengatakan, kehadiran seluruh pengurus Partai Perindo se NTT di Kabupaten Malaka bernuansa budaya dalam memenuhi janji pada Pilkada Malaka 2020 lalu. “Rakyat tidak boleh dibohongi,” tegas Nubatonis ketika menyerahkan 13 ekor sapi paron kepada Bupati Malaka. Nubatonis menegaskan, kehadiran kami DPW Partai Perindo Provinsi NTT bersama rombongan guna memenuhi janji kampanye pada pesta demokrasi Pilkada Malaka 2020 lalu. “Sudah janji, maka harus dipenuhi. Sapi yang diserahkan hari ini, bernuansa budaya karena dari berbagai Kabupaten se NTT,” tegas Nubatonis dalam mengakhiri sambutannya. Sementara Simon Nahak di hadapan Ketua DPW Partai Perindo Provinsi NTT bersama rombongan menyampaikan syukur dan terima kasih. Menurut Bupati Simon, dari Partai Perindo dirinya memulai karier politikya. Karena jauh sebelumnya tidak berpikir untuk kembali ke Malaka, karena berlatar belakang sebagai seorang dosen juga sebagai lawyer. “Di mana-mana orang bertanya, kenapa harus pulang Malaka. Saya hanya jawab “Baik sonde baik tanah Malaka lebih baik,” kisah Bupati. Walau demikian Bupati Simon berpesan. Jika ingin berhasil, yang nomor satu adalah harus berani. Jika tidak memiliki mental berani lebih baik untuk mengurungkan niat. “Harus berani untuk menghadapi apa saja. Caci maki, fitnah, ancaman, harus berani menghadapi. Itu nomor satu,” kata Bupati Simon. NTTpost


