Perindo Parigi Moutong Dorong Program Ambulans Gratis Tidak Dipungut Biaya
Jumat 10 April 2026 17:54 WIBPARIGI MOUTONG – Akses layanan kesehatan yang terjangkau menjadi bagian penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Ketika biaya layanan dasar masih menjadi kendala, dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga berpengaruh pada stabilitas ekonomi kerakyatan, terutama bagi masyarakat dengan kemampuan terbatas.
Hal ini menjadi perhatian Fraksi Partai Perindo DPRD Parigi Moutong dalam memastikan program ambulans gratis yang telah dicanangkan pemerintah daerah dapat berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ketua Fraksi Perindo DPRD Parigi Moutong, Arnold Aholai, menegaskan bahwa program ambulans gratis merupakan kebijakan prioritas yang harus dijalankan sesuai dengan tujuan awal, yakni memberikan layanan tanpa membebani masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD bersama Dinas Kesehatan dan para kepala puskesmas.
"Ini saya tegaskan atas nama Fraksi Perindo, soal ambulans gratis ini tidak ada tawar-menawar, karena itu sudah menjadi program Pak Bupati," tegas Arnold.
Dia menilai, keberadaan layanan ambulans gratis sangat penting dalam mendukung akses kesehatan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat, sekaligus menjaga daya tahan ekonomi keluarga agar tidak terbebani biaya tambahan.
Menurutnya, dengan adanya dukungan anggaran yang telah disiapkan, pelaksanaan program tersebut diharapkan dapat berjalan lebih optimal di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
"Kalau memang uangnya sudah ada, kenapa masih ribut soal biaya ambulans dan masyarakat masih diminta bayar," ujarnya.
Dia juga mendorong agar dinas terkait dapat memastikan kejelasan alokasi anggaran dan implementasi di lapangan, sehingga tidak terjadi perbedaan pemahaman di tingkat pelaksana.
Selain itu, dia mengingatkan pentingnya pengawasan dan koordinasi antarinstansi agar program yang telah dirancang dapat berjalan sesuai kebijakan yang telah ditetapkan.
Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Sutoyo, turut menegaskan bahwa dalam pembahasan anggaran sebelumnya, dana untuk program ambulans gratis telah dialokasikan.
“Untuk tahun 2026 ini, waktu rapat pembahasan anggaran di komisi, sudah tersedia sekitar Rp1 miliar lebih,” ujarnya.
Dia menilai perlu adanya verifikasi lanjutan agar implementasi program dapat berjalan lebih maksimal dan sesuai dengan harapan masyarakat.
“Makanya tadi saya menanyakan beberapa masalah di puskesmas. Ternyata masih ada soal dana talangan, padahal kita sudah siapkan anggarannya,” katanya.
Melalui sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah, diharapkan program ambulans gratis dapat berjalan secara konsisten dan merata, sehingga tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat ekonomi kerakyatan dengan mengurangi beban biaya yang harus ditanggung masyarakat.


