Perundungan Masih Banyak di Lingkungan Sekolah, Abdul Khaliq Beberkan Cara Mencegahnya
Kamis 02 Maret 2023 14:03 WIBJAKARTA - Kasus perundungan di lingkungan sekolah masih kerap terjadi di Jawa Barat. Terbaru bullying terjadi di SMAN 1 Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat karena tersinggung dengan unggahan media sosial korban.
Sebagai partai yang peduli terhadap kekerasan pada perempuan dan anak, Partai Perindo sangat prihatin dan menyesalkan tindakan kekerasan tersebut masih terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Melalui pendidikan, diharapkan dapat menciptakan regenerasi pemimpin Indonesia di masa yang akan datang.
"Sudah saatnya kasus bullying dihentikan dan dicegah secara dini karena dampaknya sangat luas sekali mulai dari prestasi akademis, kehidupan sosial, kesehatan mental, dan fisik anak hingga keselamatan nyawa anak," kata Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Perindo, Abdul Khaliq Ahmad, Rabu 1 Maret 2023.
Khaliq melanjutkan, Partai Perindo menyerukan kepada seluruh pemangku pendidikan untuk memikirkan dan mencari solusi yang efektif agar ekosistem pendidikan menjadi kondusif dan kasus bullying tidak terus menerus terjadi dan memakan korban luka-luka, trauma bahkan kematian.
Menurutnya, perbuatan bullying adalah masalah yang serius dan bisa dialami oleh siapa saja. Tak hanya dialami oleh siswa-siswi yang duduk di bangku sekolah saja, kasus ini juga bisa terjadi di lingkungan kuliah, kerja, maupun masyarakat.
Oleh sebab itu, Khaliq menyebutkan beberapa tindakan yang bisa mencegah terjadinya aksi bullying, khususnya di lingkungan sekolah. Pertama, pihak sekolah terutama kepala sekolah dan guru menunjukkan keteladanan akhlak mulia di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
"Dengan teladan yang baik seperti bersikap adil dan peduli kepada semua siswa, maka nasihat dan petunjuk akan ditaati dan dipatuhi siswa," ujarnya.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Yang kedua, Khaliq melanjutkan, mengedukasi siswa dengan membuka ruang kompetisi belajar untuk memacu prestasi dan keunggulan secara demokratis disertai dengan sistem reward and punishment yang konsisten.
"Memotivasi siswa agar memiliki kemampuan untuk menjalin pertemanan dan persahabatan dengan banyak orang di dalam lingkungan pergaulan yang sehat. Hal ini dapat menutup kesempatan seseorang utk melakukan atau menjadi korban bullying," ujarnya.
Kemudian Khaliq menambahkan, menanamkan rasa percaya diri dan rendah hati agar tumbuh kesadaran bahwa berprestasi dan berprilaku baik kepada sesama, dapat terhindar dari tindakan bullying.
Selain itu, menghindari tindakan balas dendam jika terjadi bullying dengan tetap bersikap tenang dan sabar tanpa terpancing emosi untuk melakukan perlawanan.
"Tidak menunjukkan sikap takut dan sedih terhadap tindakan bullying. Tetap tegar sambil bertahan dan mencari peluang untuk mengakhiri tindakan tersebut," papar Khaliq.
Lebih lanjut Khaliq menjelaskan, jika mendapati tindakan bullying harus melaporkan kepada pihak berwenang, baik di lingkungan sekolah, kantor maupun masyarakat untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta mendapatkan penyelesaian yang adil.
"Memperbanyak dan mendalami literasi keagamaan untuk dijadikan panduan dalam interaksi sosial, baik di lingkungan sekolah, kantor maupun masyarakat," ucapnya.
Pikiranrakyat


