Daftar Anggota
  • Berita
  • Pesan Motivator Difabel kepada Generasi Muda: Jangan Mental Kerupuk!
Pesan Motivator Difabel kepada Generasi Muda: Jangan Mental Kerupuk!
Kekurangan berupa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk dapat melakukan aktifitas layaknya orang normal.

Pesan Motivator Difabel kepada Generasi Muda: Jangan Mental Kerupuk!

Minggu 04 September 2022 07:49 WIB

JAKARTA - Kekurangan berupa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk dapat melakukan aktifitas layaknya orang normal.

Bahkan, penyandang disabilitas juga dapat hidup dengan mandiri dan memiliki hak serta kesempatan yang sama dengan masyarakat pada umumnya.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Hal itu diungkapkan oleh seorang motivator sekaligus difabel, Louisa Handojo, yang memiliki keterbatasan fisik dengan tinggi tubuhnya hanya 74 cm.

Dia mengaku bersyukur dengan komitmen pemerintah yang saat ini telah memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat penyandang disabilitas sepertinya.

Salah satunya adalah terkait fasilitas untuk difabel yang saat ini menurutnya jauh lebih baik dibandingkan zaman dulu.

"Mungkin saat ini lebih baik ya. Kayak dulu kita juga enggak punya ya kamar mandi difabel. Jadi kalau dulu mau ke kamar mandi, itu harus benar-benar berusaha atau kita tahan sampai orang-orang keluar,” kata Louisa dalam Podcast Aksi Nyata dikutip dari kanal YouTube Partai Perindo, Sabtu, (3/8/2022).

“Tapi kalau zaman sekarang fasilitasnya lebih oke. Terus pemerintah juga lebih memberikan kesempatan. Kalau dulu saya ya ampun, kayaknya bener-bener ini harus berusaha. Karena dulu kan tahun 1995-1996 itu kan masih gemblengan-nya harus kuat kita sendiri,” lanjutnya.

Louisa lantas memberikan pesan dan motivasi kepada generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.

Menurutnya, generasi saat ini yang mayoritas penuh dengan khawatir perlu membangun karakter agar tidak memiliki mental kerupuk.

“Pesan saya, ya harus membangun karakter. Jadi jangan lemah, jangan mental kerupuk ya. Contohnya dari mulai bangun pagi, kita harus bangun karakter kita, positif thingking, menabur pikiran positif, menuai tindakan positif,” ungkap Louisa.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

“Setelah kita menuai tindakan positif kita bisa menuai kebiasaan. Akhirnya kan dari tindakan kita terus ya dari situ kita akan mempunyai karakter yang luar biasa.

"Pesan saya untuk generasi-generasi yang akan datang, apalagi di saat ini, itu harus lebih kuat. Jangan apa-apa baper, jangan apa-apa aduh,” tandasnya.

SINDOnews.com