Podcast AKSi Nyata: Kenapa Harga BBM di SPBU Swasta Harus Lebih Mahal?
Minggu 09 Oktober 2022 23:43 WIBJAKARTA - Awal September yang lalu, pemerintah secara resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, maupun nonsubsidi yang dilakukan pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.
Dalam kenaikan harga BBM tersebut, sempat terjadi perbandingan harga antara produk BBM yang dipasarkan swasta maupun produk BBM yang dipasarkan oleh Pertamina.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Di mana produk BBM yang ditawarkan swasta saat itu lebih murah dibandingkan milik dalam negeri yakni Pertamina. Namun berselang sehari hal inipun langsung berubah dimana swasta menjadi lebih mahal.
Adanya perbedaan harga ini, tentu saja menjadi sebuah pertanyaan ditengah masyarakat. Mengapa dengan harga produk BBM yang dijual swasta harus lebih tinggi daripada Pertamina?
Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPW Pemuda Perindo DKI Jakarta David Hosea mengatakan sebenarnya ada peraturan SPBU swasta tidak boleh menjual lebih murah daripada Pertamina.
"Untuk itu seharusnya pemerintah itu coba merevisi, dimana APBN untuk subsidi energi ini sudah terlalu banyak. Lalu bagaimana meringankan BBM subsidi ini, yaitu merevisi peraturan ini," Kata David di Podcast AKSi Nyata digelar Partai Perindo, Minggu (9/10/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
David mencontohkan, pemerintah sudah seharusnya merevisi aturan ini dengan memperbolehkan SPBU swasta menjual harga BBM lebih murah. Namun hal ini harus ada pembatasan baik 10 hingga 12 hari dalam sebulan.
"Ini ibaratnya promo buat SPBU swasta juga. Ini juga bisa meringankan subsidi energi ini yang merugikan APBN. Karena orang kalau ada yang murah pasti beralih ke sana," ucapnya.
David menambahkan, dengan adanya kebijakan SPBU swasta yang lebih mahal daripada Pertamina. Seharusnya pemerintah harus membuka kompetisi, dimana harga yang ditawarkan diperbolehkan berbeda-beda.
"Seperti diluar negeri seperti di Singapura, Kanada dan Australia itu mereka open price. Jadi yang ditawarkan oleh pemerintah atau dalam negeri bisa lebih mahal jadi membuat bebas," pungkasnya.
Okezone


