Daftar Anggota
  • Berita
  • Podcast Aksi Nyata, Partai Perindo: Pemilu 2024 Kontestasi Popularitas
Podcast Aksi Nyata, Partai Perindo: Pemilu 2024 Kontestasi Popularitas
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum dan Advokasi Christophorus Taufik dalam Podcast AkSI Nyata #DariKamuUntukIndonesia

Podcast Aksi Nyata, Partai Perindo: Pemilu 2024 Kontestasi Popularitas

Kamis 31 Maret 2022 19:46 WIB

JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum dan Advokasi Christophorus Taufik menilai,l pemilihan umum (Pemilu) di Indonesia layaknya ajang popularitas. Hal tersebut berkaca pada saat Ia mengikuti pemilihan calon anggota legislatif (Pileg) pada tahun 2019.

Christophorus mengatakan, banyak orang yang memiliki kualitas tapi tidak bisa menunjukan taringnya pada kontestasi pemilu. Hal itu, karena tidak ada popularitas yang melekat pada dirinya.

"Jadi orang-orang yang berkualitas, tetapi dia tidak punya popularitas, hasilnya tidak ada jalan untuk muncul, coba?Di mana channel-nya, kalau dia engga populer?," ujar Christophorus dalam Podcast AkSI Nyata #DariKamuUntukIndonesia disiarkan live streaming di akun YouTube Partai Perindo, Kamis (31/3/2022).

BACA JUGA: Silaturahmi dengan Wali Kota, Partai Perindo Ingin Bersinergi dengan Pemkot Yogyakarta

Hal tersebut juga berlaku sebaliknya, menurut Christophorus mereka yang memiliki popularitas tinggi, tetapi tidak senada dengan kapabilitas kerap kali terpilih dalam ajang pemilu.

"Tetapi sebaliknya orang-orang yang punya popularitas, tetapi dia tidak punya kapabilitas bisa saja dia kepilih. Kenyataannya seperti itu," jelasnya.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Christophorus menyayangkan, hal tersebut membuat talenta-talenta layaknya profesor atau tokoh-tokoh daerah menjadi terabaikan akibat dinamika politik tersebut.

"Kita mungkin punya profesor siapa, atau tokoh-tokoh hebat, orang-orang seperti ini kan tidak bisa muncul kalau kita lihat kontestasi seperti sekarang," tutur Christophorus.

BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo

Christophorus menambahkan, dinamika tersebut membuatnya setuju adanya dugaan pengamat lain yang mengatakan jika harus membereskan korupsi perlu dibereskan terlebih dahulu sistem politiknya.

"Makanya saya bisa memahami kenapa kita ada sebagian institusi yang mengatakan kalau harus membereskan korupsi itu harus dari sistem politik," ucapnya.

Okezone