Daftar Anggota
  • Berita
  • Podcast Digelar Partai Perindo Buka-Bukaan tentang Pertanian di Indonesia Bareng Pakar
Podcast Digelar Partai Perindo Buka-Bukaan tentang Pertanian di Indonesia Bareng Pakar
Podcast AkSI Nyata #DariKamuUntuk Indonesia digelar Partai Perindo membahas dunia pertanian di Indonesia bersama pakarnya, yakni Insan Syafaat

Podcast Digelar Partai Perindo Buka-Bukaan tentang Pertanian di Indonesia Bareng Pakar

Senin 09 Mei 2022 20:55 WIB

JAKARTA - Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia digelar Partai Perindo kembali membuat diskusi kian seru.

Kali ini, podcast tersebut membahas soal dunia pertanian di Indonesia bersama pakarnya, yakni Insan Syafaat selaku agriculture expert.

Tema yang diangkat kali ini yaitu Smart Farming: Bertani ala Gen Z dan Milenial.
Dalam bahasan ini, Insan Syafaat mengungkapkan kondisi pertanian di Indonesia selama pandemi Covid-19.

Berbeda dari sektor-sektor lain yang terkena dampak buruk pandemi, dia mengatakan, pertanian justru tidak terlalu terdampak.

“Kalau dilihat semasa pandemi, ini (pertanian) jadi salah satu sektor yang pertumbuhannya positif,” kata Insan seperti dikutip dari kanal YouTube Partai Perindo, Senin (9/5/2022).

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Dia lantas menjelaskan alasan industri pertanian menarik dan berpotensi meski di tengah situasi pandemi.

“Karena orang kan selalu butuh makan, jadi selalu membutuhkan produksi (produk-produk pertanian),” jelasnya.

Menariknya lagi, kata Insan, Indonesia juga menjadi salah satu negara yang banyak produksi hasil tani.

"Jadi selama pandemi kita enggak gimana-gimana, malah semakin naik,” ungkap dia.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Insan mengatakan, Indonesia banyak mengekspor hasil pertanian. Beberapa yang terbesar yakni kelapa sawit, kopi, kakao, dan karet.

“Ekspor jauh lebih tinggi daripada impor. Memang kita masih ada yang impor, tapi itu bukan untuk konsumsi, melainkan industri,” ujarnya.

SINDOnews.com