Podcast Partai Perindo: Cerita Nico Adhitya Bangun Usaha Kecil-kecilan Sejak Kuliah
Senin 14 Maret 2022 19:46 WIBBANDUNG -- Nico Adhitya adalah alumni peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM). Tetapi, jiwa menjadi seorang entrepreneur tak bisa dihilangkan.
Bahkan, saat ini dia menjadi salah seorang pengusaha muda yang sukses membangun bisnis dari kreativitas.
Saat berbincang pada Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia dengan Narasumber Nico Adhitya: Anak Muda & Industri Kreatif, Senin (14/3/2022).
BACA JUGA: Partai Perindo Jayapura Bidik Kemenangan di Pemilu 2024, Billy Suwae: Minimal 1 Fraksi
Dia bercerita banyak tentang perjalanan karirnya. Bagaimana jatuh bangun membentuk usaha yang hingga kini menjadi penopang hidupnya.
"Awalnya pada 2006 saya sambil kuliah sambil berbisnis. Dari kecil-kecilan diajari jualan donat, kemudian titip di angkringan atau warkop. Hingga akhirnya bikin tour travel kecil, " jelas dia.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Pembelajaran entrepreneur itu menjadi pelajaran berharga baginya. Bahkan, jiwa entrepreneurnya bisa ditempa hingga dia belajar cara berbisnis lainnya. Dari yang awalnya donat, dia memberanikan diri buka usaha travel agent.
"Dimulai dengan jualan tiket, saat itu selisih Rp5.000 juga sangat berharga. Kemudian merambah umrah dan lainnya. Waktu itu saya ajak teman-teman yang memang mayoritas menengah ke bawah, " kata dia.
Jiwa bisnisnya ditempa di Yogyakarta, tak lepas dari kondisi keluarganya. Jiwa entrepreneur lahir karena dia merasa bukan dari keluarga kaya. Orang tuanya haya PNS biasa. Namun, itu menantangnya untuk maju dan sukses.
"Awalnya pelan pelan di Yogyakarta serabutan, kemudian bikin tour paket. Setelah itu lebih Jakarta jadi EO kecil- kecilan dan akhirnya berhasil punya empat perusahaan, " katanya.
BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo
Dia bercerita, ke Jakarta awalnya modal sepeda motor Satria. Kemudian ia kost di Mampang hingga akhirnya terus berkembang dan punya perusahaan digital agency.
"Kemudian bikin sosial media manajemen. Ini yang sekarang bisa berkembang dan subsidi perusahaan lainnya. Karena sekarang ini hampir semua digital, " imbuh dia.
Dia pun berpesan, membangun usaha tak melulu soal menjadi kaya, tetapi bagaimana niatnya memberi kebaikan bagi keluarga atau orang sekitar. Sehingga sekecil apapun hasilnya, akan disyukuri.
Okezone


