Pokir DPRD Mojokerto Turun Drastis, Bagus Priyo Pastikan Usulan Prioritas Tetap Terealisasi
Selasa 10 Maret 2026 15:41 WIBMOJOKERTO-Alokasi pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Mojokerto pada 2026 turun drastis dari sekitar Rp1,25 miliar menjadi Rp300 juta per anggota. Penurunan anggaran ini berpotensi membuat sebagian usulan pembangunan dari masyarakat harus dijadwalkan ulang melalui Perubahan APBD 2026.
Meski demikian, anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Bagus Priyo Zatmiko memastikan Pokir tetap direalisasikan berdasarkan skala prioritas kebutuhan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menggelar Reses Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Dusun Sidogede, Desa Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
“Pokir saya di APBD 2026 bakal direalisasikan untuk pembangunan jalan rabat beton Dusun Sidogede, Desa Perning dan pembangunan saluran air di Dusun Perning, Desa Perning. Biasanya Pokir DPRD itu Rp1,25 miliar/tahun, namun di APBD 2026 ini turun menjadi Rp300 juta. Nanti sisanya bakal dikalkulasikan di P-APBD 2026,” kata Bagus, Selasa (10/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, legislator Partai Perindo ini juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat di daerah pemilihan IV yang meliputi Kecamatan Jetis, Gedeg, Dawarblandong dan Kemlagi. Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dihimpun dan diperjuangkannya agar masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Reses ini merupakan kewajiban konstitusional kami sebagai wakil rakyat untuk turun ke bawah, mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat, baik di bidang infrastruktur, kesehatan, maupun peningkatan ekonomi kerakyatan,” tutur Bagus.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto yang membidangi kesejahteraan rakyat, Bagus menangani sektor pendidikan, kesehatan, sosial, keagamaan, serta ketenagakerjaan. Melalui forum reses, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan bidang tersebut, termasuk program yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan di wilayahnya.
“Saya ini karyawan panjenengan. Saya ini perwakilan panjenengan. Nanti saya yang bantu mengerjakan. Saya di sini tidak lebih tinggi daripada panjenengan semuanya,” tutur Bagus disambut tepuk tangan ratusan masyarakat yang begitu antusias berdialog.
Dia menambahkan, setiap usulan masyarakat biasanya dilengkapi proposal yang ditandatangani kepala desa dan camat sebelum diajukan dalam pembahasan anggaran daerah. “Dalam setahun, 3 kali kami mengadakan reses. Hal ini agar kami tahu apa yang diinginkan masyarakat serta mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan,” katanya.
Kepala Desa Perning M. Dedi Setiawan berharap, semua harapan warganya bisa diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan daerah. “Semoga silaturahmi ini menjadi berkah dan mudah-mudahan Bapak Bagus diberikan kesehatan dan amanah memimpin di Dapil IV,” ungkapnya.


