Pokir Terkendala Efisiensi, Andika Riansa Pakai Dana Pribadi Bantu Warga Palu
Senin 24 Agustus 2026 15:41 WIBPALU - Keterbatasan anggaran tidak membuat anggota DPRD Kota Palu Andika Riansa Mustaqim berhenti mencari jalan keluar atas kebutuhan warga. Saat dana pokok-pokok pikiran (Pokir) belum tersedia akibat kebijakan efisiensi, dia memilih tetap turun tangan, termasuk merogoh kocek pribadi untuk membantu kebutuhan masyarakat yang masih bisa ditangani.
Langkah itu dilakukan Andika saat menyerap aspirasi warga Dapil III Palu Selatan-Tatanga dalam reses Caturwulan II Tahun 2026 di Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Dalam kesempatan tersebut, dia menyerahkan bantuan berupa lampu penerangan jalan dan sumbangan untuk pembangunan Masjid Al-Amin.
Andika mengatakan, efisiensi anggaran turut mempersempit ruang DPRD dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Salah satunya karena Pokir yang biasanya menjadi instrumen untuk mendorong pembangunan di daerah pemilihan belum tersedia.
“Saat ini belum ada Pokir karena efisiensi anggaran, sehingga saya lakukan bantuan pribadi agar bisa langsung bermanfaat untuk warga. Termasuk saat ini sudah banyak pos ronda yang berdiri, itu merupakan hasil pengadaan dari aspirasi saya pada tahun sebelumnya,” ungkap Andika, Senin (24/8/2026).
Menurut anggota Komisi C DPRD Kota Palu ini, aspirasi yang diterimanya dari masyarakat cukup beragam, terutama terkait kebutuhan infrastruktur seperti jalan, drainase dan penerangan. Namun, tidak semua kebutuhan dapat segera direalisasikan karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Dia mencontohkan, pengaspalan satu ruas jalan saja dapat menelan anggaran hingga sekitar Rp200 juta. Kondisi tersebut membuat sejumlah aspirasi warga yang telah diperjuangkan sejak awal dirinya menjabat sebagai anggota DPRD belum dapat direalisasikan.
“Bukan berarti kami tidak mau membantu. Kalau masih bisa kami bantu, kami bantu. Kalau tidak, kami minta maaf sebagai anggota DPRD,” tutur Andika yang merupakan Sarjana Teknik lulusan Universitas Tadulako Palu.
Meski begitu, Andika menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti membantu masyarakat. Selama masih dapat dilakukan secara langsung dan berada dalam batas kewenangannya, dia memilih mencari alternatif, termasuk menggunakan dana pribadi.
Salah satu bentuknya terlihat dari bantuan untuk pembangunan Masjid Al-Amin yang membutuhkan anggaran sekitar Rp300 juta. Sumbangan awal dari Andika mendapat apresiasi dari tokoh pemuda setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan warga.
Selain infrastruktur, Andika juga menghadirkan Dinas UMKM, Koperasi dan Ketenagakerjaan Kota Palu untuk membuka akses informasi bagi warga terkait pemberdayaan ekonomi. Ada sejumlah program yang dapat dimanfaatkan, mulai dari bantuan UMKM, pembinaan koperasi hingga informasi kesempatan kerja, termasuk pelatihan dan program magang ke Jepang.
“Saya minta Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu mendampingi saya karena yang saya tahu, sebagian besar warga di daerah sini pekerjaannya UMKM,” terang Andika.


