Daftar Anggota
  • Berita
  • Politisi Partai Perindo Minta Pemkot Berikan Atensi soal Minimnya Dokter Spesialis di Ambon
Politisi Partai Perindo Minta Pemkot Berikan Atensi soal Minimnya Dokter Spesialis di Ambon
Anggota DPRD Kota Ambon dari Partai Perindo Harry Far-Far mengaku wilayah Kota Ambon masih kekurangan dokter spesialis

Politisi Partai Perindo Minta Pemkot Berikan Atensi soal Minimnya Dokter Spesialis di Ambon

Kamis 01 Desember 2022 13:30 WIB

AMBON– Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon diminta menaruh perhatian terhadap minimnya dokter spesialis di daerah tersebut.

Anggota DPRD Kota Ambon dari Partai Perindo Harry Far-Far mengaku wilayah Kota Ambon masih kekurangan dokter spesialis. Itu sebenarnya harus menjadi perhatian serius bagi Pemkot Ambon.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Kata dia, berdasarkan pantauan DPRD, rata-rata dokter spesialis yang ada di Ambon itu berasal dari luar daerah. Padahal kalau mau jujur, sumber daya manusia (SDM) untuk bidang tersebut sebenarnya banyak.

“Kita punya banyak dokter muda. Kalau saja mereka difasilitasi oleh Pemkot, tentu masalah minimnya dokter spesialis tak akan ada lagi,” kata Far-Far, Rabu (30/11/2022).

Politisi Partai Perindo itu menyebutkan bidang kesehatan memiliki porsi tersendiri di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ambon.

Menurutnya, jika sekiranya dalam proses penganggaran masalah dokter diperhatikan dengan serius, maka ke depan Ambon tidak perlu lagi mendatangkan dokter ahli dari daerah lain.

“Saya minta, minimal dalam proses penganggaran, ini harus menjadi perhatian serius Pemkot Ambon,” tegasnya.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Kalau memang biaya studi untuk para dokter spesialis kemahalan, maka jumlah dokter yang nantinya difasilitasi oleh Pemkot Ambon bisa dikurangi.

Artinya, per tahun itu paling tidak ada dua atau tiga dokter muda asal Ambon disekolahkan untuk mendapat gelar spesialis.

“Ini bisa kita bahas dalam anggaran khusus bidang kesehatan. Prinsipnya, harus berbuat daripada tidak sama sekali,” ujarnya.

Potretmaluku